Indeks Harga Konsumen dan Cara Menghitungnya

Indeks Harga Konsumen dan Cara Menghitungnya | Di dalam aktifitas perekonomian perubahan harga barang dan jasa merupakan hal yang wajar. Tingkat perubahan harga tesebut pada setiap barang dan jasa yang ada berbeda antara satu dengan lainnya. Selanjjutnya, di dalam menggambarkan tingkat kenaikan harga-harga tersebut secara umum, maka besaran harga dinyatakan dala bentuk indeks harga. Selain itu, didalam menyatakan  tingkat harga barang didominasi oleh kebutuhan konsumen yang karenanya disebut Indeks Harga Konsumen.

Pengertian
Indeks Harga Konsumen merupakan suatu indeks yang dapat digunakan untung menghitung harga dari barang dan jasa yang telah dikonsumsi oleh konsumen secara menyeluruh dalam kurun waktu tertentu. Atau dengan kata lain IHK merupakan angka yang digunakan untuk menyatakn tingkat harga atas barang yang senantiasa diperlukan oleh konsumen. Perhitungan IHK ini pada umumnya digunakan sebagai pengukuran inflasi yang terjadi di suatu negara serta digunakan juga sebagai pertimbangan dalam menyesuaikan gaji, dana pensiun, upah dan kontrak lainnya. Selain itu angka IHK juga dapat digunakan untuk menunjukkan rata-rata atas perubahan tingkat harga yang dibayarkan oleh konsumen dari kelompok barang atau jasa tertentu baik keniakan berupa inflasi maupun penurunan yaitu deflasi.


Di dalam menentukan IHK ini para ekonom akan mengacu pada indeks harga produsen, yakni harga rata-rata bahan mentah yang diperlukan oleh pihak produsen dalam rangka pembuatan produknya. Biasanya didalam menentukan IHK ini dihitung berdasarkan survey biaya hidup yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Perhitungan IHK
Perhitungan IHK yang dilakukan oleh BPS mengacu pada sumber baik produsen, konsumen dan lain-lain yang kemudian ditetapkan menggunakan metode tertentu. Adapun rumus perhitungan IHK adalah sebagai berikut:
IHK = Pn/Po x 100%
Keterangan :
Pn        = Harga sekarang
Po        = Harga pada tahun dasar
Selain rumus tersebut diatas, terdapat rumus lain dalam perhitungan IHK yaitu:
IHK = ∑(Pit.Qio) / ∑(Pio.Qio) x 100%
Keterangan :
Pit        = harga barang i pada periode t
Qt        = jumlah barang i pada periode t
Pio       = harga barang i pada periode dasar o
Qio      = jumlah barang i pada periode dasar o

* Di dalam perhitungannya tahun dasar yang digunakan selalu berganti setiap lima tahun. Misalnya jika ingin menghitung IHK tahu 2005-2010 maka tahun dasar yang digunakan adalah tahun 2004.

Inflasi
Inflasi didefinisikan sebagai kecenderungan naiknya harga barang dasa secara umum yang berlangsung secara terus menerus yang mana ketika inflasi ini meningkat maka secara otomatis harga barang atau jasa dalam negara tersebut mengalami kenaikan. Selain itu keniakan inflasi ini juga bisa dikatakan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang atau jasa tersebut secara umum.

Demikian itu tadi pembahasan tentang Indeks Harga Konsumen dan Cara Menghitungnya yang pada dasarnya angka IHK berguna dalam menunjukkan rata-rata kenaikan tingkat harga dalam kurun waktu tertentu. Dengan IHK ini pula dapat digunakan untuk mengukur tingkat inflasi di dalam suatu negara.
Share:

Pengertian Badan Usaha Beserta Jenis-jenisnya

Pengertian Badan Usaha Beserta Jenis-jenisnya | Di dalam aktifitas perekonomian tentu tidak akan pernah terlepas dengan kata usaha. Hal ini dikarenakan usaha merupakan penopang perekonomian yang dijalankan oleh pihak yang bersangkutan ataupun pelaku usaha itu sendiri. Dengan adanya usaha maka perekonomian dapat terus berkembang dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat luas.
Pengertian Badan Usaha
Badan usaha merupakan satu kesatuan organisasi yang berisikan hukum, teknis serta ekonomis yang bertujuan untuk memperoleh laba sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi masih terdapatnya anggapan masyarakat yang salah dengan memandang badan usaha sama dengan perusahaan. Sementara keduanya merupakan hal yang berbeda dimana badan usaha merupakan lembaga sedangkan perusahaan merupakan tempat dimana badan usaha tersebut menjalankan aktifitas produksinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa badan usaha memiliki ruang lingkup yang lebih luas karena satu badan usaha dapat memiliki satu atau bahkan lebih perusahaan tempat mereka mengelola faktor produksi yang dimiliki.
Jenis-jenis Badan Usaha
Di Indonesia terdapat berbagai macam jenis usaha baik secara perorangan maupun usaha bersama. Usaha tersebut akan terus mendapat perhatian pemerintah agar terus berkembang dan memajukan perekonomian yang ada. Oleh karena pentingnya usaha tersebut maka mutlak diperlukan badan atau lembaga yang mengatur usaha yang dicerminkan dalam badan usaha.

Jenis-jenis badan usaha berdasarkan aktivitas yang dilakukan dibedakan menjadi 5 menjadi macam, antara lain sebagai berikut:
  1. Badan usaha ektraktif, yaitu badan usaha yang dijalankan berkaitan dengan alam. Badan usaha ini memanfaatkan kekayaan yang disediakan alam untuk pemenuhan aktifitas produksinya. Contohnya antara lain PT Pertamina. 
  2. Badan usaha agraris, yaitu badan usaha yang bergerak dalam bidang pertanian. Adapu aktifitas yang dilakukan dalam usaha ini yaitu berupa membudidayakan tumbuhan-tumbuhan pangan. Contohnya seperti PT Perekbunan Negara. 
  3. Badan usaha industri, yaitu badan usaha yang berfokus untuk menambah nilai guna suatu barang dengan mengubah bentuk fisik maupun non fisiknya. Contohnya seperti PT Indofood. 
  4. Badan usaha perdagangan, yaitu merupakan jenis badan usaha yang bergerak pada bidang perdagangan atau dengan kata lain melakukan aktifitas jual beli tanpa mengubah bentuk namun tetap memperoleh laba. Contohnya seperti PT Matahari. 
  5. Badan usaha jasa, yaitu badan usaha yang bergerak pada bidang penyediaan jasa kepada masyarakat luas. Contohnya seperti Jasa raharja.
Sedangkan jenis-jenis usaha dilihat dari kepemilikan modalnya dibedakan menjadi empat macam. Antara lain sebagai berikut:

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) – yaitu merupakan badan usaha yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Contohnya seperti PT Kereta Api, PT PLN dan lain sebagainya. Di dalam prakteknya BUMN dibagi menjadi 3 macam, yaitu: 
  • PERUM, yaitu BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara serta tidak terbagi atas saham, dengan tujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang atau jasa sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
  • PERSERO, yaitu BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang mana modalnya terbagi dalam saham dengan minimal proporsi 51% sahamnya harus dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dengan tujuan utama mengejar keuntungan. 
  • PERJAN, yaitu BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dengan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi dalam prakteknya sering mengalami kerugian sehingga sekarang ini tidak ada perusahaan BUMN yang berbentuk perusahaan jawatan lagi.
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) – yaitu merupakan kebalikan dari BUMN dimana modalnya dimiliki oleh pihak swasta baik dalam negeri maupun luar negeri dengan tujuan utama mencari laba sebanyak-banyaknya. Contohnya adalah PT Indofood, PT Unilever dan lain sebagainya. Adapun macam-macam BUMS adalah sebagai berikut: 
  • Firma (Fa), yaitu badan usaha yang yang didirikan oleh dua orang atau lebih dimana setiap anggotanya memiliki tanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Sedangkan cara pendirianya yaitu melalui akta perjanjian yang dibuat oleh notaris yang berisi aturan maupun informasi tentang perusahaan firma yang didirikan. 
  • Commanditaire Vennotschap (CV), yaitu badan usaha yang didirikan oleh dua sekutu atau lebih yang terbagi menjadi sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif yaitu sekutu yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap perusahaan dengan cara menyertakan modal sekaligus ikut mengelola perusahaan sedangkan sekutu pasif hanya sekedar menyertakan modal dengan tanggung jawab sebatas modal yang disertakan saja. 
  • Perseroan terbatas (PT), yaitu badan usaha yang modalnya terbagi atas saham-saham dengan tanggung jawab pemiliknya sebatas besarnya modal yang disertakan saja. 
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) – sesuai dengan namanya dimana badan usaha ini dimiliki oleh daerah, sedangkan yang mempunyai kewenangan atas BUMD ini adalah pemerintah daerah tersebut. Contohnya Bank Pembangunan Daerah. 

Badan Usaha Campuran – yaitu badan usaha dimana modalnya merupakan milik swasta sekaligus pemerintah. Contohnya yaitu PT Pembangunan Jaya yang merupakan milik pemerintah DKI Jakarta sekaligus pihak swasta yang bersangkutan.

Demikian tadi pembahasan Pengertian Badan Usaha Beserta Jenis-jenisnya. Di dalam prakteknya terdapat berbagai macam jenis usaha sebagai penopang perekonomian disuatu wilayah tertentu. Dan semua usaha usaha ini harus mendapat perhatian khusus oleh pemerintah dan terus dikembangkan terkhusus usaha yang masih dibilang kecil atau mikro, agar tumbuh beriringan dan dapat terus menjalankan usahanya.
Share:

Pengertian Kesempatan Kerja, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja serta Pengangguran

Pengertian Kesempatan Kerja, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja serta Pengangguran | Kesempatan kerja, angkatan kerja, tenaga kerja serta Pengangguran merupakan empat elemen dalam kegiatan ekonomi yang tidak terpisahkan. Hal ini dikarenakan disetiap daerah manapun keempat hal ini akan selalu ada dan saling melengkapai. Ketika kesempatan kerja tinggi maka akan berdampak pada semakin banyaknya angkatan kerja dan tenaga kerja yang ada semantara pengangguran semakin sedikit. Begitu pula sebaliknya semakin rendah kesempatan kerja maka menyebabkan angkatan kerja dan tenaga kerja rendah yang pada akhirnya tingkat pengangguran menjadi tinggi. Itulah sebabnya keempat hal ini saling terkait satu sama lainnya.


Pengertian Kesempatan Kerja

Kesempatan kerja merupakan keadaan dimana tersedianya lapangan kerja di suatu daerah tertentu untuk menampung orang-orang yang membutuhkan pekerjaan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja itu sendiri, antara lain:

  1. Pertumbuhan penduduk - Angka pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi kesempatan kerja di suatu daerah. Semakin tiggi angka pertumbuhan penduduk maka berakibat semakin sempitnya kesempatan kerja di daerah tersebut. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah angka pertumbuhan penduduk maka akan semakin tinggi kesempatan kerja di wilayah tersebut. 
  2. Tingkat upah atau gaji - Kenaikan tingkat upah yang tinggi akan mengakibatkan manjamen berpikir dua kali untuk menmbah karyawannya atau bahkan akan berpikir untuk mengurangi karyawannya yang ada saat ini.
  3. Kondisi perekonomian di daerah - Di dalam suatu daerah kondisi perekonomian yang tinggi dapat mengindikasi tingginya pula produksi yang dilakukan. Tingginya produksi ini akan berdampak semakin banyaknya kesempatan kerja yang tersedia karena kebutuhan karyawan yang tinggi. 
  4. Kualitas produktifitas sumber daya manusia - Kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan mendorong tingginya pula kesempatan kerja id suatu daerah. Begitu pula sebaiknya, semakin rendah kualitas sumber daya manusia maka berdampak semakin sedikitnya kesempatan kerja yang ada.
Di dalam parkateknya kesempatan kerja juga dikelompokkan menjadi menjadi beberapa macam yang antara lain jika dilihat berdasarkan jenis pekerjaannya, kesempatan kerja dibedakan sebagai berikut:

  • Tenaga ahli 
  • Teknisi 
  • Tenaga terkait 
  • Tenaga produksi 
  • Pemimpin 
  • Manajer senior
Sedangkan jika dilihat berdasarkan sektr lapangan usaha, kesempatan kerja dikelompokkan antara lain:

  1. Sektor A, yakni kesempatan kerja dalam bidang perburuhan, perhutanan, pertanian dan perikanan. 
  2. Sektor B, yakni kesempatan kerja dalam bidang manufaktur, pembangunan listrik dan air, serta perhubungan dan gas. 
  3. Sektor C, yakni kesempatan kerja dalam bidang penginapan, rumah makasn serta asuransi
Pengertian angkatan kerja

Angkatan kerja dapat diartikan sebagai penduduk yang berada pada usia produktif yaitu 15-64 tahun yang sudah bekerja maupun masih dalam proses mencari pekerjaan. Angkatan kerja dibedakan menjadi dua golongan besar, yaitu:

  1. Golongan bekerja yang diartikan sebagai angkatan kerja yang sudah memiliki suatu pekerjaan tertentu, sedangkan 
  2. Golongan pengangguran diartikan sebagai  angkatan kerja yang sudah siap kerja dan ingin bekerja tetapi belum mendapatkan pekerjaan.
Pengertian tenaga kerja

Tenaga kerja adalah seseorang yang sudah mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang ataupun jasa untuk kebutuhan sendiri maupun masyarakat secara umum. Tenaga kerja ini berdasarkan kualitasnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Tenaga kerja terdidik - Tenaga kerja terdidik yaitu seorang tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keahlian tertentu dikarenakan telah mengikuti pendidikan formal maupun nonformal. 
  2. Tenaga kerja terlatih - Tenaga kerja terlatih adalah seorang tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keahlian tertentu dikarenakan berlatih secara terus menerus dan berulang-berulang sehingga mampu menguasai jenis pekerjaan tertentu. 
  3. Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih - Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih adalah tenaga kerja yang dalam pekerjaanya hanya mengandalakan pada kakuatan yang dimilikinya saja. Contohnya seperti kuli bangunan, pembantu rumah tangga dan buruh angkut.
Pengertian pengangguran

Pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak bekerja atauapun masih dalam proses mencarai pekerjaan. Ada beberapa jenis pengangguran, antara lain:

  1. Pengangguran siklis, yaitu pengangguran yang disebabkan akibat merosotnya perekonomian suatu negara. 
  2. Pengangguran structural, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh ketidaksesuaian jenis pekerjaan yang ditawarkan dengan yang diminta.
  3. Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pergantian musim dan biasanya terjadi pada bidang pertanian. 
  4. Pengangguran teknologi, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh modernisasi di dalam proses produksi. 
  5. Pengangguran friksional, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pergeseran antara permintaan dan penawaran tenga kerja. 
  6. Terakhir pengangguran terbuka, yaitu pengangguran yang disebabkan karena kesempatan kerja lebih sedikit dibandingkan angkatan kerja yang ada.
Demikian itu tadi Pengertian Kesempatan Kerja, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja serta Pengangguran.  Dalam kegiatan perekonomian sehari-hari di wilayah tertentu keempat hal ini akan selau ada dan saling terkait. Yang selanjutnya bisa diatur sedemikian rupa untuk mencapai keseimbangan yang berdampak pada kemajuan perekonomian diwilayah tersebut.
Share:

Pembagian Ilmu Ekonomi; Deskriptif, Teori dan Terapan

Pembagian ilmu ekonomi - Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya ilmu ekonomi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam rangka mendapatkan dan mengelola sumber daya yang terbatas  guna memenuhi kebutuhan hidup manusia yan tidak terbatas. Menurut Alfred W Stonier ilmu ekonomi terbagi menjadi tiga kelompok besar antara lain ilmu ekonomi deskriptif, ilmu ekonomi teori dan ilmu ekonomi terapan.


Ilmu ekonomi deskriptif

Ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu ekonomi yang mendiskripsikan berbagai fenomena dan kenyataan penting yang berhubungan dengan persoalan ekonomi. Dengan kata lain ilmu ekonomi deskriptif ini adalah bentuk analisa mengenai suatu bidang ekonomi seseuai dengan fakta dan realitas yang terjadi dilapangan. Contoh ilmu ekonomi ini antara lain asal-usul ilmu ekonomi dan kasus krisis moneter yang terjadi  di Indonesia tahun 1998 lalu yang mana di dalam kasus ini diperlukan analisa dan fakta-fakta yang mendukung untuk menjelaskan persolan yang terjadi pada waktu tersebut.

Ilmu ekonomi teori

Kedua, ilmu ekonomi teori yaitu ilmu ekonomi yang memberikan penjelasan tentang cara suatu perekonomian dapat bekerja beserta sifat dan hubungannya yang dapat pula menggambarkan kondisi yang kemungkinan akan terjadi di masa depan.
  • Ilmu ekonomi teori ini dibagi menjadi dua macam yakni ekonomi makro dan ekonomi mikro.
  1. Ekonomi makro merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara menyeluruh yang mencakup perekonomian suatu negara atau dengan kata lain mencakup nasional dan bersifat global.
  2. Sedangkan ekonomi mikro hanya membahas ruang lingkup kecilnya saja atau secara khusus didalam suatu peekonomian.


Ilmu ekonomi terapan

Dan terakhir, ilmu ekonomi terapan merupakan penerapan atas teori-teori ekonomi didalam kehidupan masyarakat dan dilakukan secara nyata. Ilmu ekonomi terapan ini termasuk ilmu ekonomi yang menggunakan simpulan-simpulan yang didapatkan dari teori ekonomi untuk kemudian dijadikan dasar di dalam menjelaskan permasalahan atau fenomina yang terdapat dalam ekonomi deskriptif. Sedangkan contoh ilmu ekonomi terapan ini yaitu ekonomi perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan dan lain sebagainya.

Demikian itu tadi penjabaran mengenai Pembagian Ilmu Ekonomi yang memiliki ciri pembahasannya masing-masing. Di dalam aktifitas perekonomian tiga bidang ilmu ekonomi ini terjadi saling beriringan dan saling melengkapi yang pada dasarnya berguna untuk menjawab persoalan-persoalan ekonomi yang ada dan selanjutnya berperan penting dalam berkembangkannya ekonomi itu sendiri.
Share:

Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi


Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi - Di dalam aktifitas perekonomian tentu saja terdapat faktor penggerak ataupun stimulus terlaksananya aktifitas perekonomian itu sendiri. Terdapat tiga faktor pokok yang antara lain adalah kebutuhan, kelangkaan dan anternatif. Adanya faktor penggerak ini maka akan menjadikan perekonomian terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada. Adapun penjelasan dari masing-masing adalah sebagai berikut.

Tiga Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi

1. kebutuhan.

Kebutuhan diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan keinginan manusia, baik kebutuhan itu jasmani maupun rohani yang mana tingkat kebutuhan ini berbeda-beda setiap orangnya. Berikut adalah macam-macam kebutuhan berdasarkan tingkatan atau intensitasnya.

Faktor penggerak Kegiatan Ekonomi

Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan pokok yang sangat mutlak harus dipenuhi untuk menjamin kelangsungan hidup seseorang. Contohnya adalah sandang, pangan, papan dan kesehatan.

Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan tambahan setelah kebutuhan pokok sudah terpenuhi. Contohnya adalah sepeda, almari, tempat tidur dan lain sebagainya.

Kebutuhan tersier atau disebut kebutuhan kemewahan, yaitu kebutuhan setelah terpenuhinya kebituhan primer dan kebutuhan sekunder. Sedangkan contohnya adalah perhiasan.

2. Kelangkaan

kelangkaan, yaitu suatu kondisi dimana jumlah alat pemuas kebutuhan terbatas sementara permintaan atas alat pemuas kebutuhan tersebut sangat tinggi. Kelangkaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:Keterbatasan sumber daya alam, yang mana pemanfaatan alam secara terus menerus akan menyebabkan semakin menipisnya sumber daya alam yang ada apalagi jika tidak dibarengi dengan pelestarian lingkungan yang baik.

Bencana alam, kerusakan alam yang disebabkan bencana alam dapat menghambat pemenuhan alat pemuas kebutuhan manusia.

Pertumbuhan penduduk, semakin tinggi jumlah pertumbuhan penduduk maka akn semakin tinggi pula kebutuhan manusia yang pada akhirnya menyebakan semakin tinggi pula konsumsi yang dilakukan.

Terlambatnya penerimaan teknologi. Teknologi akan membantu manusia menemukan alternative di dalam proses pemenuhan kebutuhan manusia. Apabila penerimaan teknologi ini lambat maka akan menyebabkan terjadinya pemborosan sumber daya alam.

Ketidaksabaran manusia, dan terakhir
Terbatasnya kemampuan produksi.

3. Alternative

alternative yaitu faktor lain selain faktor kebutuhan dan kelangkaan yang menjadi faktor pendukung dalam menggerakkan kegiatan ekonomi yang ada dan sewaktu-waktu dapat menggantikan dua faktor ekonomi diatas.

Pada dasarnya faktor penggerak kegiatan ekonomi ini merupakan pondasi yang sangat berpengaruh terhadap berjalannya kegiatan ekonomi. Selain itu dengan faktor ini pula kegiatan ekonomi juga dapat mengalami perkembangan untuk kemudian menjadi perekonomian yang lebih maju dan sesua dengan tuntutan jaman serta kebutuhan manusia itu sendiri. Dan tentunya tetap mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan maupun dampak jangka panjang dimasa yang akan datang.


Share:

Kegiatan Ekonomi - Produksi, Distribusi dan Konsumsi




Kegiatan Ekonomi – Kegiatan ekonomi diartikan sebagai bentuk kegiatan yang dilakukan manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya, yang secara umum dibagi menjadi tiga kegiatan yakni produksi, distribusi dan konsumsi. Adapun masing-masing penjelasan dari ketigak aktifitas iini adalah sebagai berikut.

Kegiatan Ekonomi - Produksi, Distribusi dan Konsumsi


Kegiatan produksi, produksi yakni kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan barang maupun jasa. Selain itu kegiatan produksi ini juga dilakukan untuk tujuan menambah nilai guna suatu barang ataupun jasa. Contoh kegiatan produksi antara lain pabrik mebel yang telah mengubah bahan baku kayu menjadi meja atau kursi atau barang mebel lainnya. Barang dan jasa yang dhasilkan pada proses produksi ini selanjutnya akan disalurkan atau didistribusikan agar dapat dijangkau konsumen yang membutuhkan. Sebutan pelaku dalam aktifitas produksi ini adalah produsen. Secara sederhana alur kegiatan produksi adalah sebagai berikut:

Baca juga: Pelaku Kegiatan Ekonomi 



InputInput di dalam kegiatan produksi dibedakan menjadi 2 macam, yakni barang mentah dan barang setengah jadi. Barang mentah diartikan sebagai barang yang sma sekali belum mengalami proses pengolahan, contohnya adalah kayu, tembakau, padi, tembakau dan lain sebagainya. Sedangkan barang setengah jadi yakni barang yang sudah melewati proses pengolahan tetapi belum bisa dimanfaatkan sepenuhnya karena masih perlu proses penyempurnaan untuk kemudian dapat dimanfaatkan.contoh barang setengah jadi adalah benang yang selanjutnya diolah menjadi kain, ataupun kain yang selanjutnya bisa diolah menjadi pakaian yang siap digunakan.

Selain input, output didalam kegiatan produksi juga dibedakan menjadi dua macam, yaitu barang setengah jadi dan barang jadi. Barang setegah jadi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, nantinya akan menjadi input kegiatan produksi lainnya sampai barang tersebut menjadi barang jadi yang siap digunakan. Sedangkan barang jadi yakni barang yag sudah siap pakai seperti kursi, selimut dan lain sebagainya.

Secara umum di dalam kegiatan produksi terdapat faktor penting yang dibutuhkan, yang antara lain adalah sumber daya alam sebagai bahan baku, sumber daya manusia sebagai pengolah, modal serta kewirausahaan.

Kedua, kegiatan distribusi. Sebagai hasil dari kegiatan produksi yakni barang jadi langkah selanjutnya adalah kegiatan pendistribusian agar bisa sampai pada konsumen yang membutuhkan. Apabila distribusi tidak berjalan dengan baik maka dampak yang akan ditimbulkan adalah kerugian atas produsen sebagai penghasil produk. Misalnya saja produsen kursi yang harus melakukan distribusi, dan apabila tidak terlaksana dan kursi tidak terjual makan akan menghambat perputaran modal yang pada jangka panjangnya kursi ini akan rusak dan produsen akan merugi. Kegiatan distribusi ini sangat dibutuhkan untuk tercapainya kesesuaian antara ketersediaan barang yang ada dengan kebutuhan konsumen. Adapun sebutan bagi pelaku distribusi ini adalah distributor.

Terakhir, kegiatan konsumsi. Kegiatan konsumsi diartikan sebagai aktifitas untuk menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau yang merupakan sebutan bagi pelaku kegiatan konsumsi ini. contoh kegiatan konsumsi ini adalah penggunaan beras yang sudah dioalah menjadi nasi yang kemudian di konsumsi untuk memenhui kebutuhan pangan konsumen. Contoh lain adalah penggunaan listrik dan alat-alat kosmetik.

Demikian tadi kegiatan ekonomi yang berlaku dalam aktifitas sehari hari. Pada dasarnya ketiga kegiatan ekonomi ini merupakan aktifitas satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk menjamin kelancaran proses perekonomian di suatu wilayah tertentu. Apabila salah satu dari ketiga ini mengalami kendala maka akan berngearuh pula pada kegiatan ekonomi yang lain yang selanjutnya dapat menyebabkan kerugian baik pada sisi produsen, distributor maupun konsumen.

Share:

Perbedaan Antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata


Perbedaan Antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata - Sebagai masyarakat yang awam, kita seringkali kebingungan membedakan antara hukum-hukum yang ada seperti hukum pidana khusus dan pidana umum misalnya. Baik umum maupun khusus, keduanya sama sama tindak pidana, tetapi memiliki perbedaan dalam proses hukumnya.

Kali ini saya akan mencoba menuliskan perbedaan antara hukum pidana dan hukum perdata. Tujuannya, agar kita sebagai masyarakat yang hidup dalam negara hukum, tidak keblinger dalam melihat kejadian-kejadian yang terjadi di sekeliling kita.

Perbedaan Antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata
Sumber gambar: boksburgadvertiser.co.za

Pengertian dan Tujuan Hukum Pidana

Hukum pidana merupakan suatu produk hukum yang mengatur apa-apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Sedangkan tujuan dari hukum pidana adalah untuk menjaga ketertiban dan kepentingan umum, yang apabila hal itu dilanggar akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Misalnya terjadi sebuah tindak pidana pencurian. Akibat dari kejadian ini, masyarakat akan merasakan ketakutan, disitulah keamanan dan ketentraman umum terganggu.

Pengertian Hukum Perdata

Hukum perdata merupakan suatu produk hukum yang mengatur antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya atau perseorangan saja. Jadi dalam hukum perdata yang terkena dampak dari hukum ini apabila dilanggar adalah orang-orang yang terlibat saja.

Perbedaan Antara Hukum pidana dan hukum perdata juga terletak pada proses hukumnya. Jika hukum pidana, dalam proses atau pelaksanaan hukumnya bisa langsung diterapkan. Jadi dalam hukum pidana, tidak harus menunggu adanya aduan dari pihak yang dirugikan. Kecuali kasus pencurian dan pemerkosaan.

Jika hukum perdata, dalam setiap kasus perdata, pihak berwenang tidak akan melakukan proses hukumnya jika pihak yang dirugikan tidak melapor. Misalnya, kasus jual beli atau masalah warisan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa, perbedaan antara hukum pidana dan hukum perdata terletak pada kapasitas atau jangkauan dampaknya. Jika hukum pidana berdampak pada masyarakat luas, sekalipun ia tidak terlibat. Sedangkan hukum perdata hanya pada orang-orang yang terlibat saja (private).

Share:

Pelaku Kegiatan Ekonomi

Pelaku Kegiatan Ekonomi – Di dalam aktifitas perekonomian tentu terdapat pelaku-pelaku ekonomi sebagai penggerak perekonomian itu sendiri. Oleh karena itu peran pelaku ekonomi menjadi sangat penting agar perekonomian bisa tetap berjalan dengan baik dan mendatangkan manfaat bagi khalayak secara umum.
 
Pelaku ekonomi dapat diartikan sebagai setiap individu, kelompok ataupun  lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi ataupun konsumsi. Secara umum pelaku ekonomi ini dibedakan menjadi lima macam yang antara lain: rumah tangga, perusahaan pemerintah dan masyarakat luar negeri yang masing-masing memiliki peranannya tersendiri. Adapun penjelasan dari masing-masing pelaku adalah sebagai berikut.

Baca juga : Sejarah Munculnya Ilmu Ekonomi 

Rumah tangga – Rumah tangga adalah pelaku ekonomi dalam cakupan ruang lingkup paling kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak dan anggota keluarga lainnya. Sebagai salah satu pelaku ekonomi rumah tangga dibagi menjadi menjadi tiga golongan penting, antara lain:
  1. Rumah tangga keluarga sebagai produsen, yaitu rumah tangga yang dapat menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan para konsumen yang membutuhkan. Didalam proses produksi ini rumah tangga sebagai produsen dapat memanfaatkan tanahnya, tenaga kerjanya, modalnya ataupun keahliannya. Adapaun hasil yang diperolah rumah tangga keluarga produksi adalah berupa uang. 
  2. Rumah tangga keluarga sebagai distribusi, yaitu rumah tangga yang berperan sebagai distributor dengan cara membuka toko atau warung serta menjadi pedangang dan lain sebagainya. Adapun tujuan dari kegiatan distribusi ini adalah untuk memperoleh penghasilan berupa uang. 
  3. Rumah tangga keluarga sebagai konsumen, yaitu rumah tangga yang berperan sebagai konsumen dan ini berlaku pasti. Konsumsi yang dilakukan merupakan hasil dari pendapatan yang diperoleh. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa kegiatan utama rumah tangga keluarga adalah konsumsi itu sendiri. Adapau faktor yang dapat mempengaruhi banyak tidaknya konsumsi adalah sebagai berikut: 
  • Jumlah pendapatan keluarga 
  • Jumlah anggota keluarga 
  • Status sosial ekonomi keluarga 
  • Harga barang ataupun jasa yang dibutuhkan
Pelaku kegiatan ekonomi
Sumber Gambar : ilmu ekonomi.id
Perusahaan – perusahaan merupakan sebuah badan usaha yang menjalakan aktifitas produksi guna mengasilakna barang atau jasa yang tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan. Peran perusahaan dalam kegiatan kegiatan ekonomi digolongkan menjadi tiga sebagai berikut:
  1. Perusahaan sebagai produsen, hal ini merupakan tujuan utama yang dilakukan perusahaan dalam rangka memperoleh keuntungan yang diinginkan. Karenanya sudah tidak diragukan lagi akan peran perusahaan dalam hal menjadi produsen untuk menghasilkan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat khalayak. 
  2. Perusahaan sebagai distributor, hal ini sangat penting dilakukan sebagai upaya penyaluran atas produk atau jasa yang sudah di produksi. Karena jika tidak maka perusahaan tidak akan memperoleh keuntungan atau bahkan justru akan mengalami kerugian karena barang atau jasa yang dihasilkan tidak tersalurkan ke masyarakat dengan baik. 
  3. Perusahaan sebagai konsumen, hal ini dilakukan sebagai langkah perusahaan untuk memperoleh bahan baku, alat produksi, tenaga karyawan atau biaya lain guna kelancaran proses produksinya.
Pemerintah – pemerintah merupakan pihak yang memiliki peran penting dalam perkonomian untuk mengawasi, mengatur maupun mengendalikan jalannya perekonomian yang ada agar dapat terciptanya kemakmuran rakyatnya. Hal ini juga dipertegas dalam pasal 33 UUD 1945 yang mana memberikan wewenang kepada pemerintah untuk untuk ikut andil terutama pada bidang-bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena muncullah Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1967 yang mana membagi perusahaan negara menjadi tiga bentuk, yakni perusahaan perseroan (persero), perusahaan umum (perum) dan perusahaan jawatan (perjan). 

Permerintah yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi di dalam suatu negara memiliki peran ekonomi antara lain sebagai berikut :

  1. Membelanjankan pendapatan negara utuk keperluan negara. Dalam hal ini pemerintah melakukan pengeluaran dengan membeli barang atau jasa dengan tujuan untuk kepentingan umum. Estimasi pendapatan dan pengeluaran ini digambarkan melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 
  2. Menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat melalui produksi yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 
  3. Menciptakan iklim kondusif dan sehat untuk menjaga kelancaran proses perekonomian di dalam suatu negara dengan cara melakukan pengarahan, bimbingan, pengawasan dengan membuat peraturan perundang-undangan dengan pihak yang berwenang. 
  4. Dan terakhir menjaga stabilitas ekonomi dengan setap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya.
Masyarakat luar negeri – keadaan di setiap negara pasti memiliki perbedaan dna keunikan masing-masing yang menjadikan setiap negara tersebut saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhannya. Adapun peranan masyarakat luar negeri adalah sebagai berikut:

  1. Masyarakat luar negeri sebagai produsen dilakukan dengan cara kegiatan ekspor atas barang-barang yang dihasilkan didalam negeri untuk selanjutnya dapat menghasilkan keuntungan.
  2. Masyararakat luar negeri sebagai konsumen dilakukan dengan cara kegiatan impor yang dilakukan oleh suatu negara untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa didapatkan di negara itu sendiri karena berbagai hal. 
  3. Masyarakat luar negeri sebagai investor dilakukan dengan cara mengundang investor asing untuk menanamkan modal guna kelancaran pembangunan di dalam suatu negara 
  4. Masyarakat luar negeri sebagai ahli dilakukan sebagai bentuk usaha untuk memenuhi tenaga kerja dalam negeri karena tidak tersedianya ataupun keterbatasanahli tersebut di dalam negeri.  
Itu lah tadi pelaku-pelaku dalam kegiatan ekonomi dengan setiap perannya masing-masing. Pada dasarnya seluruh pelaku ekonomi yang ada saling berkaitan dan melengkapi untuk menjamin keberlangsungan kegiatan ekonomi. Karennya jika salah satu pelaku ekonomi tertanggu maka akan berdampak pula pada pelaku yang lain dan hal ini dapat mengancam kestabilan ekonomi itu sendiri.



Share:

Arsip Blog