Indeks Harga Konsumen dan Cara Menghitungnya

Indeks Harga Konsumen dan Cara Menghitungnya | Di dalam aktifitas perekonomian perubahan harga barang dan jasa merupakan hal yang wajar. Tingkat perubahan harga tesebut pada setiap barang dan jasa yang ada berbeda antara satu dengan lainnya. Selanjjutnya, di dalam menggambarkan tingkat kenaikan harga-harga tersebut secara umum, maka besaran harga dinyatakan dala bentuk indeks harga. Selain itu, didalam menyatakan  tingkat harga barang didominasi oleh kebutuhan konsumen yang karenanya disebut Indeks Harga Konsumen.

Pengertian
Indeks Harga Konsumen merupakan suatu indeks yang dapat digunakan untung menghitung harga dari barang dan jasa yang telah dikonsumsi oleh konsumen secara menyeluruh dalam kurun waktu tertentu. Atau dengan kata lain IHK merupakan angka yang digunakan untuk menyatakn tingkat harga atas barang yang senantiasa diperlukan oleh konsumen. Perhitungan IHK ini pada umumnya digunakan sebagai pengukuran inflasi yang terjadi di suatu negara serta digunakan juga sebagai pertimbangan dalam menyesuaikan gaji, dana pensiun, upah dan kontrak lainnya. Selain itu angka IHK juga dapat digunakan untuk menunjukkan rata-rata atas perubahan tingkat harga yang dibayarkan oleh konsumen dari kelompok barang atau jasa tertentu baik keniakan berupa inflasi maupun penurunan yaitu deflasi.


Di dalam menentukan IHK ini para ekonom akan mengacu pada indeks harga produsen, yakni harga rata-rata bahan mentah yang diperlukan oleh pihak produsen dalam rangka pembuatan produknya. Biasanya didalam menentukan IHK ini dihitung berdasarkan survey biaya hidup yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Perhitungan IHK
Perhitungan IHK yang dilakukan oleh BPS mengacu pada sumber baik produsen, konsumen dan lain-lain yang kemudian ditetapkan menggunakan metode tertentu. Adapun rumus perhitungan IHK adalah sebagai berikut:
IHK = Pn/Po x 100%
Keterangan :
Pn        = Harga sekarang
Po        = Harga pada tahun dasar
Selain rumus tersebut diatas, terdapat rumus lain dalam perhitungan IHK yaitu:
IHK = ∑(Pit.Qio) / ∑(Pio.Qio) x 100%
Keterangan :
Pit        = harga barang i pada periode t
Qt        = jumlah barang i pada periode t
Pio       = harga barang i pada periode dasar o
Qio      = jumlah barang i pada periode dasar o

* Di dalam perhitungannya tahun dasar yang digunakan selalu berganti setiap lima tahun. Misalnya jika ingin menghitung IHK tahu 2005-2010 maka tahun dasar yang digunakan adalah tahun 2004.

Inflasi
Inflasi didefinisikan sebagai kecenderungan naiknya harga barang dasa secara umum yang berlangsung secara terus menerus yang mana ketika inflasi ini meningkat maka secara otomatis harga barang atau jasa dalam negara tersebut mengalami kenaikan. Selain itu keniakan inflasi ini juga bisa dikatakan sebagai penurunan nilai mata uang terhadap nilai barang atau jasa tersebut secara umum.

Demikian itu tadi pembahasan tentang Indeks Harga Konsumen dan Cara Menghitungnya yang pada dasarnya angka IHK berguna dalam menunjukkan rata-rata kenaikan tingkat harga dalam kurun waktu tertentu. Dengan IHK ini pula dapat digunakan untuk mengukur tingkat inflasi di dalam suatu negara.
Share:

Pengertian Badan Usaha Beserta Jenis-jenisnya

Pengertian Badan Usaha Beserta Jenis-jenisnya | Di dalam aktifitas perekonomian tentu tidak akan pernah terlepas dengan kata usaha. Hal ini dikarenakan usaha merupakan penopang perekonomian yang dijalankan oleh pihak yang bersangkutan ataupun pelaku usaha itu sendiri. Dengan adanya usaha maka perekonomian dapat terus berkembang dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat luas.
Pengertian Badan Usaha
Badan usaha merupakan satu kesatuan organisasi yang berisikan hukum, teknis serta ekonomis yang bertujuan untuk memperoleh laba sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi masih terdapatnya anggapan masyarakat yang salah dengan memandang badan usaha sama dengan perusahaan. Sementara keduanya merupakan hal yang berbeda dimana badan usaha merupakan lembaga sedangkan perusahaan merupakan tempat dimana badan usaha tersebut menjalankan aktifitas produksinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa badan usaha memiliki ruang lingkup yang lebih luas karena satu badan usaha dapat memiliki satu atau bahkan lebih perusahaan tempat mereka mengelola faktor produksi yang dimiliki.
Jenis-jenis Badan Usaha
Di Indonesia terdapat berbagai macam jenis usaha baik secara perorangan maupun usaha bersama. Usaha tersebut akan terus mendapat perhatian pemerintah agar terus berkembang dan memajukan perekonomian yang ada. Oleh karena pentingnya usaha tersebut maka mutlak diperlukan badan atau lembaga yang mengatur usaha yang dicerminkan dalam badan usaha.

Jenis-jenis badan usaha berdasarkan aktivitas yang dilakukan dibedakan menjadi 5 menjadi macam, antara lain sebagai berikut:
  1. Badan usaha ektraktif, yaitu badan usaha yang dijalankan berkaitan dengan alam. Badan usaha ini memanfaatkan kekayaan yang disediakan alam untuk pemenuhan aktifitas produksinya. Contohnya antara lain PT Pertamina. 
  2. Badan usaha agraris, yaitu badan usaha yang bergerak dalam bidang pertanian. Adapu aktifitas yang dilakukan dalam usaha ini yaitu berupa membudidayakan tumbuhan-tumbuhan pangan. Contohnya seperti PT Perekbunan Negara. 
  3. Badan usaha industri, yaitu badan usaha yang berfokus untuk menambah nilai guna suatu barang dengan mengubah bentuk fisik maupun non fisiknya. Contohnya seperti PT Indofood. 
  4. Badan usaha perdagangan, yaitu merupakan jenis badan usaha yang bergerak pada bidang perdagangan atau dengan kata lain melakukan aktifitas jual beli tanpa mengubah bentuk namun tetap memperoleh laba. Contohnya seperti PT Matahari. 
  5. Badan usaha jasa, yaitu badan usaha yang bergerak pada bidang penyediaan jasa kepada masyarakat luas. Contohnya seperti Jasa raharja.
Sedangkan jenis-jenis usaha dilihat dari kepemilikan modalnya dibedakan menjadi empat macam. Antara lain sebagai berikut:

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) – yaitu merupakan badan usaha yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Contohnya seperti PT Kereta Api, PT PLN dan lain sebagainya. Di dalam prakteknya BUMN dibagi menjadi 3 macam, yaitu: 
  • PERUM, yaitu BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara serta tidak terbagi atas saham, dengan tujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang atau jasa sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
  • PERSERO, yaitu BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang mana modalnya terbagi dalam saham dengan minimal proporsi 51% sahamnya harus dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dengan tujuan utama mengejar keuntungan. 
  • PERJAN, yaitu BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dengan tujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi dalam prakteknya sering mengalami kerugian sehingga sekarang ini tidak ada perusahaan BUMN yang berbentuk perusahaan jawatan lagi.
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) – yaitu merupakan kebalikan dari BUMN dimana modalnya dimiliki oleh pihak swasta baik dalam negeri maupun luar negeri dengan tujuan utama mencari laba sebanyak-banyaknya. Contohnya adalah PT Indofood, PT Unilever dan lain sebagainya. Adapun macam-macam BUMS adalah sebagai berikut: 
  • Firma (Fa), yaitu badan usaha yang yang didirikan oleh dua orang atau lebih dimana setiap anggotanya memiliki tanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Sedangkan cara pendirianya yaitu melalui akta perjanjian yang dibuat oleh notaris yang berisi aturan maupun informasi tentang perusahaan firma yang didirikan. 
  • Commanditaire Vennotschap (CV), yaitu badan usaha yang didirikan oleh dua sekutu atau lebih yang terbagi menjadi sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif yaitu sekutu yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap perusahaan dengan cara menyertakan modal sekaligus ikut mengelola perusahaan sedangkan sekutu pasif hanya sekedar menyertakan modal dengan tanggung jawab sebatas modal yang disertakan saja. 
  • Perseroan terbatas (PT), yaitu badan usaha yang modalnya terbagi atas saham-saham dengan tanggung jawab pemiliknya sebatas besarnya modal yang disertakan saja. 
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) – sesuai dengan namanya dimana badan usaha ini dimiliki oleh daerah, sedangkan yang mempunyai kewenangan atas BUMD ini adalah pemerintah daerah tersebut. Contohnya Bank Pembangunan Daerah. 

Badan Usaha Campuran – yaitu badan usaha dimana modalnya merupakan milik swasta sekaligus pemerintah. Contohnya yaitu PT Pembangunan Jaya yang merupakan milik pemerintah DKI Jakarta sekaligus pihak swasta yang bersangkutan.

Demikian tadi pembahasan Pengertian Badan Usaha Beserta Jenis-jenisnya. Di dalam prakteknya terdapat berbagai macam jenis usaha sebagai penopang perekonomian disuatu wilayah tertentu. Dan semua usaha usaha ini harus mendapat perhatian khusus oleh pemerintah dan terus dikembangkan terkhusus usaha yang masih dibilang kecil atau mikro, agar tumbuh beriringan dan dapat terus menjalankan usahanya.
Share:

Pengertian Kesempatan Kerja, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja serta Pengangguran

Pengertian Kesempatan Kerja, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja serta Pengangguran | Kesempatan kerja, angkatan kerja, tenaga kerja serta Pengangguran merupakan empat elemen dalam kegiatan ekonomi yang tidak terpisahkan. Hal ini dikarenakan disetiap daerah manapun keempat hal ini akan selalu ada dan saling melengkapai. Ketika kesempatan kerja tinggi maka akan berdampak pada semakin banyaknya angkatan kerja dan tenaga kerja yang ada semantara pengangguran semakin sedikit. Begitu pula sebaliknya semakin rendah kesempatan kerja maka menyebabkan angkatan kerja dan tenaga kerja rendah yang pada akhirnya tingkat pengangguran menjadi tinggi. Itulah sebabnya keempat hal ini saling terkait satu sama lainnya.


Pengertian Kesempatan Kerja

Kesempatan kerja merupakan keadaan dimana tersedianya lapangan kerja di suatu daerah tertentu untuk menampung orang-orang yang membutuhkan pekerjaan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesempatan kerja itu sendiri, antara lain:

  1. Pertumbuhan penduduk - Angka pertumbuhan penduduk akan mempengaruhi kesempatan kerja di suatu daerah. Semakin tiggi angka pertumbuhan penduduk maka berakibat semakin sempitnya kesempatan kerja di daerah tersebut. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah angka pertumbuhan penduduk maka akan semakin tinggi kesempatan kerja di wilayah tersebut. 
  2. Tingkat upah atau gaji - Kenaikan tingkat upah yang tinggi akan mengakibatkan manjamen berpikir dua kali untuk menmbah karyawannya atau bahkan akan berpikir untuk mengurangi karyawannya yang ada saat ini.
  3. Kondisi perekonomian di daerah - Di dalam suatu daerah kondisi perekonomian yang tinggi dapat mengindikasi tingginya pula produksi yang dilakukan. Tingginya produksi ini akan berdampak semakin banyaknya kesempatan kerja yang tersedia karena kebutuhan karyawan yang tinggi. 
  4. Kualitas produktifitas sumber daya manusia - Kualitas sumber daya manusia yang tinggi akan mendorong tingginya pula kesempatan kerja id suatu daerah. Begitu pula sebaiknya, semakin rendah kualitas sumber daya manusia maka berdampak semakin sedikitnya kesempatan kerja yang ada.
Di dalam parkateknya kesempatan kerja juga dikelompokkan menjadi menjadi beberapa macam yang antara lain jika dilihat berdasarkan jenis pekerjaannya, kesempatan kerja dibedakan sebagai berikut:

  • Tenaga ahli 
  • Teknisi 
  • Tenaga terkait 
  • Tenaga produksi 
  • Pemimpin 
  • Manajer senior
Sedangkan jika dilihat berdasarkan sektr lapangan usaha, kesempatan kerja dikelompokkan antara lain:

  1. Sektor A, yakni kesempatan kerja dalam bidang perburuhan, perhutanan, pertanian dan perikanan. 
  2. Sektor B, yakni kesempatan kerja dalam bidang manufaktur, pembangunan listrik dan air, serta perhubungan dan gas. 
  3. Sektor C, yakni kesempatan kerja dalam bidang penginapan, rumah makasn serta asuransi
Pengertian angkatan kerja

Angkatan kerja dapat diartikan sebagai penduduk yang berada pada usia produktif yaitu 15-64 tahun yang sudah bekerja maupun masih dalam proses mencari pekerjaan. Angkatan kerja dibedakan menjadi dua golongan besar, yaitu:

  1. Golongan bekerja yang diartikan sebagai angkatan kerja yang sudah memiliki suatu pekerjaan tertentu, sedangkan 
  2. Golongan pengangguran diartikan sebagai  angkatan kerja yang sudah siap kerja dan ingin bekerja tetapi belum mendapatkan pekerjaan.
Pengertian tenaga kerja

Tenaga kerja adalah seseorang yang sudah mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang ataupun jasa untuk kebutuhan sendiri maupun masyarakat secara umum. Tenaga kerja ini berdasarkan kualitasnya dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  1. Tenaga kerja terdidik - Tenaga kerja terdidik yaitu seorang tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keahlian tertentu dikarenakan telah mengikuti pendidikan formal maupun nonformal. 
  2. Tenaga kerja terlatih - Tenaga kerja terlatih adalah seorang tenaga kerja yang memiliki kemampuan atau keahlian tertentu dikarenakan berlatih secara terus menerus dan berulang-berulang sehingga mampu menguasai jenis pekerjaan tertentu. 
  3. Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih - Tenaga kerja tidak terdidik dan terlatih adalah tenaga kerja yang dalam pekerjaanya hanya mengandalakan pada kakuatan yang dimilikinya saja. Contohnya seperti kuli bangunan, pembantu rumah tangga dan buruh angkut.
Pengertian pengangguran

Pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak bekerja atauapun masih dalam proses mencarai pekerjaan. Ada beberapa jenis pengangguran, antara lain:

  1. Pengangguran siklis, yaitu pengangguran yang disebabkan akibat merosotnya perekonomian suatu negara. 
  2. Pengangguran structural, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh ketidaksesuaian jenis pekerjaan yang ditawarkan dengan yang diminta.
  3. Pengangguran musiman, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pergantian musim dan biasanya terjadi pada bidang pertanian. 
  4. Pengangguran teknologi, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh modernisasi di dalam proses produksi. 
  5. Pengangguran friksional, yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pergeseran antara permintaan dan penawaran tenga kerja. 
  6. Terakhir pengangguran terbuka, yaitu pengangguran yang disebabkan karena kesempatan kerja lebih sedikit dibandingkan angkatan kerja yang ada.
Demikian itu tadi Pengertian Kesempatan Kerja, Angkatan Kerja, Tenaga Kerja serta Pengangguran.  Dalam kegiatan perekonomian sehari-hari di wilayah tertentu keempat hal ini akan selau ada dan saling terkait. Yang selanjutnya bisa diatur sedemikian rupa untuk mencapai keseimbangan yang berdampak pada kemajuan perekonomian diwilayah tersebut.
Share:

Dua Model Pembangunan Desa Menurut UU Desa

Dua Model Pembangunan Desa Menurut UU Desa - Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa yang disahkan dan di undangkan pada tanggal 15 Januari 2014 disamping sebagai wujud dari semangat pembangunan secara nasional yang juga sering disebut sebagai upaya untuk pemerataan pembangunan juga merupakan pengakuan negara atas desa.

Dua Model Pembangunan Desa Menurut UU Desa


Pengakuan ini menjadi penting karena peradaban manusia khususnya di Indonesia bermula dari desa-desa bahkan jauh sebelum negara Indonesia ada, kehidupan masyarakat sudah berjalan. Melalui undang-undang desa ini pula, desa diberikan wewenang untuk mengembalikan asal muasal desa.

Baca juga: Tugas dan Wewenang Kepala Desa

Mengingat, di era pemerintahan rezim orde baru, desa-desa yang ada dijadikan menjadi satu warna. Hal ini dapat kita lihat dalam Undangan-undang Nomor 5 tahun 1979 tentang pemerintahan desa. Posisi desa amat lah lemah, karena desa hanya dijadikan sebagai objek. Hak Ulayat (hak adat) pun hilang sehingga dapat dikatakan bahwa undang-undang di era orde baru tentang pemerintahan desa telah menghancurkan budaya yang ada di desa.

Dalam undang-undang desa, Pembangunan tidak hanya mengandalkan dari pemerintah pusat, melainkan juga bisa dilakukan oleh pemerintah desa melalui dana desa yang menjadi modal pembangunan. Hal ini dilakukan agar desa mampu mengembangkan potensinya.

Baca juga: Kisah Pejabat Desa dengan Warganya

Dua model pembangunan Desa yaitu, Desa Membangun dan Membangun Desa.

Membangun Desa berarti desa memiliki kewenangan untuk menentukan pembangunan yang dipandang lebih prioritas dengan menggunakan dana desa. Desa memiliki wewenang untuk menentukan pos anggaran desa berdasarkan program kerja yang telah dibuat demi memajukan perekonomian masyarakat desa.

Sedangkan Membangun Desa adalah Pembangunan yang didapat atau dilakukan oleh pemerintah baik itu pusat, provinsi ataupun kota/Kabupaten yang bertujuan untuk membantu mengembangkan potensi desa. Hal ini didapat biasanya dengan cara mengikuti program-program yang diadakan oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian desa Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi.

Jadi, Dua Model Pembangunan Desa Menurut UU Desa adalah Desa Membangun dan Membangun Desa yang keduanya memiliki perbedaan baik dari segi anggaran maupun kewenangannya.
Share:

Pembagian Ilmu Ekonomi; Deskriptif, Teori dan Terapan

Pembagian ilmu ekonomi - Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya ilmu ekonomi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam rangka mendapatkan dan mengelola sumber daya yang terbatas  guna memenuhi kebutuhan hidup manusia yan tidak terbatas. Menurut Alfred W Stonier ilmu ekonomi terbagi menjadi tiga kelompok besar antara lain ilmu ekonomi deskriptif, ilmu ekonomi teori dan ilmu ekonomi terapan.


Ilmu ekonomi deskriptif

Ilmu ekonomi deskriptif adalah ilmu ekonomi yang mendiskripsikan berbagai fenomena dan kenyataan penting yang berhubungan dengan persoalan ekonomi. Dengan kata lain ilmu ekonomi deskriptif ini adalah bentuk analisa mengenai suatu bidang ekonomi seseuai dengan fakta dan realitas yang terjadi dilapangan. Contoh ilmu ekonomi ini antara lain asal-usul ilmu ekonomi dan kasus krisis moneter yang terjadi  di Indonesia tahun 1998 lalu yang mana di dalam kasus ini diperlukan analisa dan fakta-fakta yang mendukung untuk menjelaskan persolan yang terjadi pada waktu tersebut.

Ilmu ekonomi teori

Kedua, ilmu ekonomi teori yaitu ilmu ekonomi yang memberikan penjelasan tentang cara suatu perekonomian dapat bekerja beserta sifat dan hubungannya yang dapat pula menggambarkan kondisi yang kemungkinan akan terjadi di masa depan.
  • Ilmu ekonomi teori ini dibagi menjadi dua macam yakni ekonomi makro dan ekonomi mikro.
  1. Ekonomi makro merupakan ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian secara menyeluruh yang mencakup perekonomian suatu negara atau dengan kata lain mencakup nasional dan bersifat global.
  2. Sedangkan ekonomi mikro hanya membahas ruang lingkup kecilnya saja atau secara khusus didalam suatu peekonomian.


Ilmu ekonomi terapan

Dan terakhir, ilmu ekonomi terapan merupakan penerapan atas teori-teori ekonomi didalam kehidupan masyarakat dan dilakukan secara nyata. Ilmu ekonomi terapan ini termasuk ilmu ekonomi yang menggunakan simpulan-simpulan yang didapatkan dari teori ekonomi untuk kemudian dijadikan dasar di dalam menjelaskan permasalahan atau fenomina yang terdapat dalam ekonomi deskriptif. Sedangkan contoh ilmu ekonomi terapan ini yaitu ekonomi perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan dan lain sebagainya.

Demikian itu tadi penjabaran mengenai Pembagian Ilmu Ekonomi yang memiliki ciri pembahasannya masing-masing. Di dalam aktifitas perekonomian tiga bidang ilmu ekonomi ini terjadi saling beriringan dan saling melengkapi yang pada dasarnya berguna untuk menjawab persoalan-persoalan ekonomi yang ada dan selanjutnya berperan penting dalam berkembangkannya ekonomi itu sendiri.
Share:

Tugas dan wewenang Kepala Desa

Tugas dan wewenang Kepala Desa - Kepala Desa merupakan pemimpin disebuah desa yang ada di Indonesia. Kepala desa dipilih secara demokratis dengan masa jabatan enam tahun. Karena dipilih secara demokratis, kepala desa tidak bertanggung kepada camat. Hubungan kepala desa dan camat hanya sebatas koordinasi.

Tugas dan wewenang Kepala Desa
Sumber gambar: deviantart.net

Dengan adanya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Desa menjadi wilayah baru yang memiliki hak untuk menentukan Pembangunan mana yang lebih prioritas. Dengan demikian,  Undang-undang Desa menjadikan desa tidak hanya menjadi objek pembangunan melainkan juga sebagai subjek.

Baca Juga: Dua Model Pembangunan Desa

Maksud dari tidak hanya menjadi objek melainkan subjek adalah dalam desa melakukan pembangunan tidak harus melulu menunggu ataupun sesuai dengan pemerintah pusat. Hal ini semacam otonomi yang mana desa diberikan kebebasan dalam melakukan pembangunan yang dipandang lebih prioritas.

Tugas Kepala Desa

Tugas dari kepala desa berdasarkan pada undang-undang desa, pasal 26 ayat (1) adalah menyelenggarakan pemerintahan desa, melakukan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat desa, serta melakukan pembangunan desa.

Kata "Pembangunan" tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik saja, seperti gorong-gorong atau tugu misalnya. Melainkan juga Pembangunan non fisik seperti Pembangunan Ekonomi melalui BUM-des.

Melakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga masuk dalam kategori Pembangunan Desa non fisik.

Wewenang Kepala Desa

Demi mensukseskan program kerjanya, Kepala Desa memiliki wewenang untuk mengangkat dan memberhentikan pejabat desa, membuat peraturan desa (perdes), menetapkan anggaran pendapatan da belanja desa. Lebih lengkapnya, silahkan baca pasal 26 ayat (2) undang-undang desa.

Kewenangan yang begitu besar, membuat kepala desa memiliki potensi untuk mengembangkan desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Maka, kualitas sumberdaya manusia dan pastisipasi masyarakat dalam pembangunan desa sangat penting. Mengingat besarnya anggaran desa yang sudah dikucurkan.

Lalu siapa yang mengawasi keuangan desa?

Dalam Undang-undang desa pasal 55 dijelaskan bahwa Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki wewenang untuk mengawasi kinerja kepala desa. BPD merupakan badan legislatif seperti DPR. Karena ia juga ikut mensahkan peraturan desa bersama Kepala desa. BPD juga bisa menjadi tempat menampung aspirasi dari masyarakat.

Dalam peraturan pemerintah nomor nomor 43 tahun 2014 juga mengamanahkan agar Kepala desa memberikan laporan kepada Badan Permusyawaratan Desa setiap akhir tahun anggaran.

Dengan demikian, karena Tugas dan Wewenang Kepala Desa serta adanya anggaran dana desa yang begitu besar tidak ada lagi alasan untuk desa tidak berkembang. Jika masih ada hal yang demikian, Kepala Desa lah yang harus di evaluasi. Meskipun semuanya itu memerlukan proses.
Share:

Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi


Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi - Di dalam aktifitas perekonomian tentu saja terdapat faktor penggerak ataupun stimulus terlaksananya aktifitas perekonomian itu sendiri. Terdapat tiga faktor pokok yang antara lain adalah kebutuhan, kelangkaan dan anternatif. Adanya faktor penggerak ini maka akan menjadikan perekonomian terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada. Adapun penjelasan dari masing-masing adalah sebagai berikut.

Tiga Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi

1. kebutuhan.

Kebutuhan diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan keinginan manusia, baik kebutuhan itu jasmani maupun rohani yang mana tingkat kebutuhan ini berbeda-beda setiap orangnya. Berikut adalah macam-macam kebutuhan berdasarkan tingkatan atau intensitasnya.

Faktor penggerak Kegiatan Ekonomi

Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan pokok yang sangat mutlak harus dipenuhi untuk menjamin kelangsungan hidup seseorang. Contohnya adalah sandang, pangan, papan dan kesehatan.

Kebutuhan sekunder, yaitu kebutuhan tambahan setelah kebutuhan pokok sudah terpenuhi. Contohnya adalah sepeda, almari, tempat tidur dan lain sebagainya.

Kebutuhan tersier atau disebut kebutuhan kemewahan, yaitu kebutuhan setelah terpenuhinya kebituhan primer dan kebutuhan sekunder. Sedangkan contohnya adalah perhiasan.

2. Kelangkaan

kelangkaan, yaitu suatu kondisi dimana jumlah alat pemuas kebutuhan terbatas sementara permintaan atas alat pemuas kebutuhan tersebut sangat tinggi. Kelangkaan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:Keterbatasan sumber daya alam, yang mana pemanfaatan alam secara terus menerus akan menyebabkan semakin menipisnya sumber daya alam yang ada apalagi jika tidak dibarengi dengan pelestarian lingkungan yang baik.

Bencana alam, kerusakan alam yang disebabkan bencana alam dapat menghambat pemenuhan alat pemuas kebutuhan manusia.

Pertumbuhan penduduk, semakin tinggi jumlah pertumbuhan penduduk maka akn semakin tinggi pula kebutuhan manusia yang pada akhirnya menyebakan semakin tinggi pula konsumsi yang dilakukan.

Terlambatnya penerimaan teknologi. Teknologi akan membantu manusia menemukan alternative di dalam proses pemenuhan kebutuhan manusia. Apabila penerimaan teknologi ini lambat maka akan menyebabkan terjadinya pemborosan sumber daya alam.

Ketidaksabaran manusia, dan terakhir
Terbatasnya kemampuan produksi.

3. Alternative

alternative yaitu faktor lain selain faktor kebutuhan dan kelangkaan yang menjadi faktor pendukung dalam menggerakkan kegiatan ekonomi yang ada dan sewaktu-waktu dapat menggantikan dua faktor ekonomi diatas.

Pada dasarnya faktor penggerak kegiatan ekonomi ini merupakan pondasi yang sangat berpengaruh terhadap berjalannya kegiatan ekonomi. Selain itu dengan faktor ini pula kegiatan ekonomi juga dapat mengalami perkembangan untuk kemudian menjadi perekonomian yang lebih maju dan sesua dengan tuntutan jaman serta kebutuhan manusia itu sendiri. Dan tentunya tetap mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan maupun dampak jangka panjang dimasa yang akan datang.


Share:

Memahami HAM dan Batasan Batasannya


Memahami HAM dan Batasan Batasannya - Dalam pergaulan sehari-hari, kita pasti pernah menemukan tingkah laku orang lain baik itu teman, saudara atau orang dilingkungan kita yang dalam melakukan tindakannya berdasarkan pada Hak Asasi Manusia (HAM). Namun tidak jarang juga akibat perbuatannya itu merugikan orang lain.

Ketidak pahaman kita tentang makna HAM yang sesungguhnya, membuat kita sebagai manusia, dalam pergaulan sehari-hari merugikan orang lain namun tetap kita lakukan karena HAM, ini hak saya, saya punya hak untuk melakukan sesuatu.

Lalu apakah demikian? Agar kita tidak salah kaprah dalam memaknai HAM, kita harus tahu dulu apa itu Hak Asasi Manusia (HAM).
Memahami HAM dan Batasan Batasannya
Sumber Gambar : Komnasham.go.id
Pengertian HAM

Hak Asasi Manusia adalah suatu hak (hak dasar) yang sudah melekat pada diri manusia sejak ia masih dalam kandungan ibunya sampai ia meninggal. Seperti hak untuk hidup, hak untuk menyampaikan pendapat dan hak untuk melanjutkan hidup secara baik (pendidikan, kesehatan, pekerjaan, keamanan) dan mendapatkan keturunan.

Sejarah Singkat HAM

Dalam sejarahnya, HAM merupakan suatu perjuangan yang dilakukan oleh sekelompok manusia untuk mendapatkan haknya. Dasarnya bahwa sesama manusia memiliki hak yang sama, tidak ada yang spesial antara manusia satu dengan yang lainnya. Bahkan dalam agama Islam ditegaskan bahwa semua manusia itu sama dihadapan Allah, yang membedakan hanyalah iman dan taqwa nya.

Perjuangan HAM terjadi di negara Inggris pada abad ke 13, saat Inggris masih di pimpin oleh raja John Lackland (1199-1216). Hal itu dikarenakan, raja John dalam melaksanakan pemerintahannya bertindak secara sewenang-wenang. Hal ini menimbulkan protes dari rakyatnya sehingga melahirkan sebuah piagam yang dikenal dengan nama Magna Charta.

Mengingat akan pentingnya Hak Asasi Manusia, Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) sebagai organisasi internasional juga mendeklarasikan agar semua negara yang menjadi anggota PBB harus menjunjung tinggi HAM.

Hal itu terwujud dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tanggal 10 Desember 1984 yang hingga kini dikenal dan dirayakan setiap tahunnya sebagai hari HAM Internasional.

Batas-Batas Hak Asasi Manusia

Tujuan dari pengakuan atas HAM adalah untuk menjamin dan memastikan bahwa manusia memiliki hak yang sama dalam menjalankan hidupnya di dunia ini. Mengingat, manusia adalah mahluk sosial yang selalu hidup berkumpul, tentu ada batasan-batasannya dalam menerapkan Hak Asasinya.

Batasan-batasan ini tidak lain agar Hak Asasi atau hak dasar manusia lainnya tidak dilanggar. Semisal, karena merasa ia punya hak, maka ia melakukan parkir kendaraan secara sembrono sehingga menimbulkan kemacetan. Atau merokok dalam ruangan yang didalamnya terdapat orang yang tidak merokok.

Jadi, batasan-batasan Hak Asasi Manusia terletak pada hak orang lain, moral, keamanan dan ketertiban. Memahami HAM dan Batasan-batasannya merupakan hal yang penting, agar kita tidak melanggar hak orang lain. Apalagi kita hidup di dalam negara hukum yang diatur selain dalam UUD 1945, juga terdapat dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.


Share:

Arsip Blog