LBH Jakarta sebagai Rumah Keadilan

Sumber Gambar : bantuanhukum.or.id


Lembaga Bantuan Hukum Jakarta atau yang disingkat LBH Jakarta adalah sebuah lembaga yang bergerak secara profesional dalam memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang tidak mampu memperjuangkan hak-haknya, terutama rakyat miskin yang digusur, dipinggirkan, buruh yang di PHK, dan keseharian pelanggaran atas hak-hak asasi mereka. Sedangkan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) adalah sebuah yayasan yang menaunginya.

Sudah sejak lama, LBH Jakarta atau YLBHI dijadikan sebagai "markas" bagi para kelompok pro demokrasi. Gedung YLBHI ini juga sering dijadikan sebagai tempat untuk diskusi-diskusi kecil, seminar, sampai pada pembelajaran hukum. Karena LBH-YLBHI menggunakan Bantuan Hukum Struktural (BHS), maka klien juga didorong untuk memahami hukum serta mengorganisasikan diri.

Jadi, bisa dikatakan bahwa gedung YLBHI merupakan rumah bagi mereka yang termarjinalkan, tertindas dan para individu atau kelompok yang mencari keadilan. Sehingga, YLBHI menjadi tempat yang cukup sentral dan sangat masyhur dikalangan gerakan rakyat. LBH-YLBHI juga acap kali menjadi tembok pelindung bagi para aktivis yang terkena represif, seperti saat para buruh menolak PP 78 pada 2015 lalu.

Selama 47 tahun silam, sejak LBH-YLBHI didirikan, hingga kini, hampir tidak ada aktivitas yang berbeda. LBH-YLBHI justru terlihat semakin yakin dengan aktivitasnya yang selalu sigap dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang tertindas. Atas posisinya inilah, LBH-YLBHI dipandang sebagai tembok penghalang yang cukup kokoh bagi mereka yang menginginkan keuntungan tanpa memperdulikan sisi kemanusiaan.

Misalnya dari sisi perburuhan, bagi para pengusaha yang memang terbiasa melanggar ketentuan dalam dunia pekerjaan, seperti melakukan PHK sepihak, maupun menerapkan jam kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-undang ketenagakerjaan, lalu kemudian LBH-YLBHI mendampingi untuk membantu mendapatkan hak daripada buruh itu. Hal ini tentu akan membuat para pengusaha berfikir ulang.

Maka, dengan komitmen dan konsistennya LBH-YLBHI terhadap keberpihakannya, membuat golongan ini yakin bahwa LBH-YLBHI memang layak untuk digugat bahkan dibubarkan. Lagi pula, tidak harus mereka secara langsung yang bergerak, misalnya  dengan cara ujaran kebencian bahwa LBH-YLBHI sangkar Komunis sehingga para sumbu pendek terdorong untuk bergerak.

Namun, dengan keberpihakannya terhadap masyarakat yang ditindas, membuat LBH-YLBHI seperti rumah bagi mereka, terutama dari kalangan menengah kebawah seperti, buruh pabrik, kaum miskin kota, para petani, para aktivis mahasiswa atau aktivis buruh dan tani yang pernah mengalami kriminalisasi dan lain sebagainya. Dengan demikian, saya tidak yakin golongan ini akan tinggal diam, karena bagi mereka, LBH-YLBHI adalah rumah keadilan.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog