Legenda Coban Rondo dan Asal-usulnya

Sumber Gambar : bakpackerjakarta.com

Cobanrondo adalah salah satu objek wisata yang terletak di kabupaten Batu, Jawa Timur. Cobanrondo berasal dari dua kata yakni, Coban yang berarti Air Terjun dan Rondo yang berarti Janda. Objek wisata ini merupakan salah satu yang popular di kota batu, maka tak heran walaupun bukan hari libur atau hari-hari besar, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan.

Baca juga : Kota Pariwisata itu Bernama Kota Batu

Disamping keindahan alam sekitarnya, akses jalan yang sangat nyaman serta fasilitas dan sistem pengelolaan yang baik merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berwisata di tempat ini. Lahan parkir yang luas dan nyaman tanpa dipungut biaya alias gratis dan para penjual makanan dan minuman yang ramah dengan harga yang terjangkau.

Namun siapa sangka, tempat yang begitu indah dan apik pengelolaannya ini menyimpan kisah yang cukup menyedihkan. Menurut legenda yang dipajang oleh papan informasi, dahulunya tempat ini adalah tempat yang digunakan oleh seorang wanita yang berparas cantik untuk menunggu suaminya yang tak pernah kembali.

Kisahnya berawal dari sepasang pengantin baru yang baru saja melangsungkan pernikahan. Pihak mempelai wanita yang bernama Dewi Anjarwati yang berasal dari gunung kawi yang menikah dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro. Setelah usai pernikahan mencapai 36 hari (selapan), Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung ke Gunung Anjasmoro.  Namun  orang tua Dewi Anjarwati melarang kedua mempelai untuk pergi karena baru selapan.

Namun keduanya bersikeras untuk pergi berangkat dengan segala resiko apapun yang terjadi nanti dalam perjalanan. Ketika dalam perjalanan, keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono yang tidak jelas asal usulnya. Tampaknya, Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya. Akhirnya, perkelahian pun tidak dapat dihindarkan.

Kepada para punokawan yang menyertainya, Raden Baron Kusuma berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan disuatu tempat yang ada cobannya (air terjun). Perkelahian yang berlangsung sengit membuat keduanya gugur. Akibat kejadian ini membuat Dewi Anjarwati kehilangan suaminya alias mnjadi janda (dalam bahasa jawa, Rondo).

Sejak saat itu lah, Coban tempat tinggal Dewi Anjarwati menanti suaminya dikenal dengan nama COBANRONDO. Konon, batu besar di bawah air terjun itu merupakan tempat duduk sang putri. 


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog