MA Tolak Pengajuan PK PT Semen Indonesia dan Menangkan Petani Kendeng

 

Kasus ini berawal saat Gubernur Jawa Tengah mengeluarkan SK Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tertanggal 7 Juni 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan di Kabupaten Rembang. Kemudian warga yang tergabung dalam D jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menolak dan bersama LSM Walhi menggugat SK tersebut ke meja hijau. Namun, pada 16 April 2015, PTUN Semarang memutuskan tidak menerima putusan itu. Vonis itu tidak berubah karena dikuatkan majelis banding pada Pengadilan Tinggi TUN Surabaya pada 3 November 2015. Akhirnya, jalan pamungkas dilakukan warga dan Walhi dengan mengajukan PK. 

Pada September 2016, MA membatalkan putusan judex facti (PTUN Semarang dan PT TUN Surabaya). Duduk sebagai ketua majelis adalah hakim agung Dr Irfan Fachruddin dengan anggota Is Sudaryono dan Yosran. Ketiganya memutuskan membatalkan objek sengketa. Atas putusan itu, giliran perusahaan yang mengajukan PK atas PK tersebut. Berikut yang dikatakan MA "Menyatakan permohonan peninjauan kembali dari pemohon peninjauan kembali kedua tersebut tidak dapat diterima," demikian lansir panitera MA dalam website-nya, Rabu (27/9/2017).

Dengan Ketua majelis Supandi dengan anggota Hary Djatmiko dan Yulius. Majelis memutuskan perkara a quo merupakan peninjauan kembali terhadap Putusan PK Nomor 99 PK/TUN/2016, tanggal 5 Oktober 2016 sehingga merupakan peninjauan kembali kedua. "Berdasarkan Pasal 66 ayat 1 UU tentang Mahkamah Agung juncto Pasal 24 ayat 2 UU tentang Kekuasaan Kehakiman, ditentukan bahwa upaya hukum permohonan peninjauan kembali hanya dapat diajukan satu kali dan terhadap putusan peninjauan kembali tidak dapat diajukan peninjauan kembali," putus majelis dengan suara bulat dalam perkara Nomor 99 PK/TUN/2017 itu. 

Dan sekarang, apa yang diharapkan oleh masyarakat yang tergabung dalam JM-PPK tercapai. Namun, jika mengingat jalan terjal yang mereka lewati, hal ini sangat sepadan. untuk sampai pada tahap ini, para petani dari Pegunungan Kendeng tak pernah menyerah untuk terus melakukan tuntutannya sampai dengan melakukan aksi Cor Kaki.
Share:

1 comment:

  1. kok aneh yah, padahal di jateng kan bukan cuma semen indonesia aja, banyak semen semen yg lain. tapi kenapa hanya semen indonesia saya yg di protes

    ReplyDelete

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog