Meikarta untuk Siapa ?

Sumber Gambar : meikarta.com

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk urutan ke - 4 terbesar di dunia (sumber : wikipedia). Salah satu persoalan klasik dengan jumlah penduduk yang banyak ini antara lain adalah masalah hunian layak. Selain hal itu pemerintah juga kerap di bebankan defisit setiap tahunnya akibat banyaknya warga yang berpenghasilan tetapi belum memiliki rumah hunian.

Belakangan ini layar televisi Indonesia kerap dihiasi iklan mega proyek hunian yaitu Meikarta. Mega proyek ini berlokasi di ujung timur Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Meikarta sendiri direncanakan akan menjadi lokasi terlengkap dan tercanggih yang ada di kota Bekasi, mengalahkan kemolekan Jakarta yang saat ini unggul di seontero negeri.

Bagi sebagian orang mungkin iklan ini tidak berarti apa apa, tetapi sejatinya dibalik ini Meikarta merupakan ancaman khusus bagi mereka yang nantinya akan dirugikan. Lihat saja dari segi lahan, dengan bangga menyebutkan hunian yang luasnya 500 ha, namun dari berbagai sumber yang saya baca lahan yang tersedia masih seluas 84.6 ha (sumber : katadata.co.id) . Lantas bagaimana dengan sisa kekurangannya ? Sementara di daerah Bekasi termasuk deerah yang bisa dibilang sudah cukup padat dengan bangunan-bangunan diatasnya. Lahan mana yang harus dikorbankan ?. Disamping itu masalah perizinan juga masih dalam tahap pengurusan. Dan jika tembus, maka sudah dapat dipastikan akan ada banyak masyarakat kecil yang menjadi tumbal dan tersingkirkan demi berdirinya hunian megah ini.

Keanehan lain, Meikarta akan menjadi layaknya kota dalam kota. Hunian lengkap dengan kereta cepatnya, pusat perbelanjaan mall, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional, perpustakaan nasional, teater opera dan pusat kesenian. Dalam bidang pendidikan juga direncakan akan dibangun 100 sekolah dasar internasional dan nasional plus, dan 50 SMP, SMA nasional dan internasional, tiga universitas nasional, pusat riset industri, International exhibition center, serta Indonesian Silikon Valley. Yap, sangat menggiurkan.

Kasus Meikarta ini mengingatkan saya pada kasus film-film Barat seperti Allegiant, Divergent, Insurgent, Dead Rising Watchtower serta The Maze Runner yang mana membagi dunia menjadi 2 sisi yang bertentangan. Tersedia hunian mewah Meikarta untuk mereka golongan atas nan elit sementara itu sebagian masyarakat lain harus hidup sederhana bahkan ada yang harus hidup di kolong jembatan dan hanya menjadi penonton karena ketidakmampuan menjamah hunian layak seperti mereka golongan atas. Sampai pada akhirnya golongan lemah ini akan tersingkirkan karena golongan atas akan terus mengekpansi kekuasaanya. Dan terakhir mereka golongan ataslah yang akan menguasai semuanya. Membuat kotanya sendiri atau bahkan dunianya sendiri untuk golonganya sendiri. 

Dan terakhir, sampai saat ini saja para peminat hunian Meikarta didominasi oleh warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Seperti yang dilansir liputan6.com setidaknya ada dari warga Mesir, Australia dan juga warga Jepang yang sudah punya ancang-ancang membeli hunian bertaraf internasioanl tersebut. Lantas pertanyaanya, Meikarta untuk siapa ?


Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog