Memilih Bekerja Tidak lah Berdosa

Sumber Gambar : arsavin666.blogspot.com
Banyak dari mereka yang saat menjadi mahasiswa aktif berorganisasi dan cukup sering melakukan pendampingan terhadap permasalahan yang dihadapi, baik itu oleh masyarakat luas maupun masalah di dalam kampusnya, namun pasca studi kegiatan itu tidak ia lanjutkan.

Dari beberapa obrolan dengan kawan-kawan dibeberapa daerah yang sudah selesai studi, mereka mengatakan bahwa himpitan ekonomi yang membuat mereka tidak aktif lagi. Namun, disini saya tidak menganggap bahwa memenuhi kebutuhan ekonomi merupakan hal yang saklak tapi saya juga tidak sepakat jika harus memenuhi kebutuhan ekonomi dahulu apalagi jika ada individu yang tidak lagi terlibat aktif dalam organisasi itu dikarenakan tidak militan, lemah ideologi atau sebagainya.

Namun, tidak jarang penghakiman itu muncul untuk mereka yang tidak lagi aktif dalam organisasi setelah selesai studi. Akibatnya, individu tersebut merasa tidak nyaman saat bertemu dengan teman di organisasi nya dulu.

Tentu harus ada solusi bagaimana caranya untuk tetap menjaga agar para kader-kadernya tetap berada di satu barisan walaupun pasca studi, minimal tetap terjaga komunikasinya secara baik. Karena, jika berbicara prihal kontribusi tidak hanya harus berada di dalam organisasi.

Mendirikan suatu lembaga sepertinya bisa menjadi salah satu solusi. Lembaga yang di bentuk ini, disamping sebagai wadah juga sebagai alat untuk pemenuhan kebutuhan ekonomis. Akan lebih bagus jika lembaga yang dibentuk memiliki konsep gerak yang tetap berada di tengah-tengah massa, misalnya. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga, jika ia tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonominya, tentu itu akan menjadi masalah baru.

Jadi, akan sangat tidak bijak jika seseorang yang sudah selesai studi lalu memilih bekerja disimpulkan bahwa ia adalah seorang yang tidak militan, lemah secara ideologi dll. Menurut saya, jika terjadi yang demikian, sebaiknya harus tetap dijaga komunikasi secara baik karena, masih terbatasnya kemampuan organisasi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Dari beberapa kasus, hal ini cukup berpengaruh dalam perkembangan organisasi. Setidaknya, ada beberapa kawan yang sejatinya masih ingin terlibat dalam aktivitas organisasi, namun karena perkataan yang berbau cemoohan tersebut, membuatnya benar-benar meninggalkan organisasi.

Karena, mengharapkan semua kawan untuk mengikuti apa yang kita inginkan seperti tetap berada dalam satu organisasi yang sama misalnya, merupakan keegoisan. Mengharapkan semua sesuai dengan keinginan kita adalah sifat idealis. Jangan sampai karena tetap berada di organisasi malah menjadi penyakit, karena juga berprofesi sebagai broker politik.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog