Sarjana Tidak Bisa Menjamin Masa Depan Mu


Sarjana Tidak Bisa Menjamin Masa Depan Mu - Di tengah peradaban umat manusia yang terus maju dan berkembang, pengkualitasan dalam hal pengetahuan dalam diri manusianya secara otomatis menjadi sebuah keharusan. Karena, bung besar pernah berpesan, jangan melawan sejarah jika tak ingin tergilas olehnya. Namun akses terhadap sumber-sumber pengetahuan secara formal masih belum bisa menyentuh seluruh lapisan.

Data UNICEF tahun 2016 sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sarjana Tidak Bisa Menjamin Masa Depan Mu
Sumber Gambar : 60eureka.gopalagra.org

Akibatnya, masih cukup tinggi tenaga-tenaga produktif yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Adapun bagi mereka yang memang memiliki tekad, padahal situasi ekonomi keluarga tidak mendukung, maka mencari uang tambahan secara mandiri adalah konsekuensinya. Hal Ini biasanya dilakukan oleh mereka yang berkuliah.

Padahal, jam kuliah dengan macam-macam pelajarannya yang begitu banyak disetiap jurusannya sudah membuat tubuh dan fikiran lelah. Belum lagi tugas yang harus dikerjakan. Sialnya, saat sudah menjadi sarjana pun tidak ada jaminan akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik kedepannya.

Tercatat pada Mei 2016 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Republik Indonesia mencapai angka 7,02 Juta Jiwa (5,81 persen dari jumlah penduduk). 6,22 % dari jumlah tersebut (sekitar 436 ribu jiwa) merupakan sarjana, atau minimal lulusan strata 1.

Bahkan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), pada Februari 2017 mencatat,  lulusan perguruan tinggi atau sarjana mendominasi angka tingkat pengangguran terbuka di provinsi itu dengan komposisi mencapai 8,12 persen dari total angkatan kerja 2,62 juta orang.

Sarjana Tidak Bisa Menjamin Masa Depan Mu jika minim Kreativitas dan tidak jeli melihat peluang. Misalnya, dengan membuka kafe kopi dengan seperangkat penunjangnya seperti yang belakangan mulai marak di Malang. Atau juga membuka warung makan, seperti Ayam nelongso yang lagi hits juga dan berada di kota yang sama.

Tapi inget, kalok usahanya sudah mulai berjalan dan sudah punya karyawan, mbok yo upahnya disesuaikan dengan UMP atau UMK setempat. Kecuali memang masih merintis, tapi kalok gerainya sudah dimana-mana dan upah karyawannya masih tidak sesuai dengan regulasi, mbok yo malu gitu loh..

Karena itu langkah paling logis jika ingin mendapatkan penghasilan. Kecuali kalok situ punya trah keluarga kaya atau pejabat yang kemungkinan besar tidak perlu susah payah lagi untuk bekerja dan berpenghasilan. Cukup tinggal tunggu giliran saja.

Tapi jika situ berasal dari keluarga yang biasa saja yang pada saat kuliah mendapat subsidi pas-pasan, terus memiliki keinginan untuk menjadi kaya-raya, maka membuka usaha sendiri layak untuk dicoba.

Jangankan Hary Tanoesoedibjo yang pengusaha kondang dengan group MNC-nya itu, Bill Gates pun bisa kau lampaui kekayaan dan ketenarannya, jika usaha mu berhasil. Kalok enggak berhasil ya, jangankan berharap, membayangkan saja sudah harus cepat-cepat disingkirkan.

Maka, Sarjana Tidak Bisa Menjamin Masa Depan Mu jika kreativitas atau kemauan yang keras tidak hidup dan tumbuh secara subur dalam diri. Keyakinan dan optimisme sangat dibutuhkan dalam menggapai cita-cita.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog