Dasar-dasar Ekonomi Makro; Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter


Dasar-dasar Ekonomi Makro; Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter | Salah satu pokok bahasan dalam ekonomi makro adalah kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kedua hal ini pun juga merupakan faktor yang mempengaruhi perekonomian dalam suatu negara. Karena, kebijakan tersebut memberikan dampak pada perekonomian secara menyeluruh.

Kebijakan Fiskal
 
Kebijakan fiskal merupakan salah satu kebijakan yang bertugas untuk mengatur pendapatan dan pengeluaran dari pemerintahan yang diatur dalam APBN. Adapun pendapatan bersumber dari pajak, bukan pajak serta bantuan atau pinjaman dari negara lain. Sedangkan pengeluaran bisa berupa pengeluaran rutin seperti impor, belanja dan juga pengeluaran jangka panjang seperti pembangunan infrastuktur, pembangunan pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya. Dengan adanya kebijakan fiskal ini maka pemerintah memiliki acuan agar bijak menggunakan dana yang ada. Di dalam kebijakan fiskal hal-hal yang bisa dilakukan pemerintah antara lain mengurangi anggaran pengeluaran pemerintah, meningkatkan perolehan pajak serta melakukan pinjaman untuk menutupi kekurangan yang ada.

Kebijakan Moneter
 
Sedangkan kebijakan monter yakni merupakan salah satu kebijakan yang dilaksanakan oleh bank sentral atau dalam hal ini Bank Indonesia dengan tujuan untuk mengurangi uang yang beredar dalam masyarakat. Hal ini dilakukan dikarenakan jumlah uang yang beredar mempengaruhi kondisi perekonimian di masyarakat. Semakin tinggi uang yang beredar maka harga produk akan turun, sebaliknya semakin sedikit uang yang beredar maka harga produk akan naik.

Tujuan Kebijakan
 
Pada dasarnya kedua kebijakan sama-sama dilakukan sebagai bentuk upaya menstabilkan perekonomian, seperti meminimalisir defisit anggaran pemerintah, meminimalisir naik turunnya kegiatan perekonomian agar tetap stabil, menciptakan kestabilan harga, menciptakan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kapasitas produksi nasional sampai pada upaya untuk menanggulangi inflasi yang terjadi dalam suatu negara.

Implementasi Kebijakan di Indonesia
 
Di Indonesia, kedua kebijakan ini pun kerap dilakukan. Pada era pemerintahan Jokowi-JK setidaknya hingga tahun 2017 ini sudah ada 16 jilid paket kebijakan ekonomi yang dilakukan dalam upaya menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif baik fiskal maupun moneter.

Pada tahun 2017, tema kebijakan fiskal adalah pemantapan pengelolaan fiskal untuk peningkatan daya saing dan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan. Untuk mencapai itu pemerintah menggunakan tiga strategi yakni memberikan stimulus fiskal bisa dalam bentuk pajak dan perbaikan kualitas belanja, menjaga daya tahan fiskal dalam bentuk fleksibelitas belanja dan pengendalian perkembangan fiskal serta menjaga keberlanjutan fiskal.

Sementara itu memasuki tahun 2018, sesuai pidato presiden pada Agustus 2017 lalu strategi kebijakan fiskal 2018 akan dilaksanakan melalui 3 kebijakan utama. Pertama, mendorong peningkatan pendapatan negara melalui optimalisasi penerimaan perpajakan serta pengelolaan sumber daya alam dan asset negara yang lebih baik. Kedua, melakukan penguatan kualitas belanja negara melalui peningkatan kualitas belanja modal yang prodktif, efisiensi belanja non prioritas seperti belanja barang dan perbaikan pelayanan public. Ketiga, keberlanjutan dan efisiensi pembiayaan yang dilakukan melalui pengendalian deficit dan rasio utang.

Sedangkan dalam hal kebijakan moneter, pada kuartal II 2017 Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Agustus lalu memutuskan  menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reserve Repo Rate yang semula 4.75% menjadi 4.5%, dengan suku bunga Deposit Facility turun 35 bps menjadi 3.75% dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5.25% berlku efektif sejak 23 Agustus 2017. Penurunan kebijakan suku bunga diharapkan dapat memperkuat intermediasi perbankan sehingga memperkokoh stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Selain itu Bank Indonesia juga terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan system pembayaran guna menjaga stabilitas makro ekonomidan sistem keuangan.

Nah demikian tadi pembahasan Dasar-dasar Ekonomi Makro; Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog