Ekonomi Makro; Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Makro; Pertumbuhan Ekonomi | Di dalam suatu negara salah satu hal penting yang menjadi fokus perhatian adalah pertumbuhan ekonominya. Bahkan hal ini sering menjadi tolok ukur kondisi di negara itu sendiri, semakin baik angka pertumbuhan ekonomi maka semakin baik pula kondisi di negara tersebut dan begitupun sebaliknya.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Secara teoritis pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Secara sederhana pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai proses kenaikan kapasitas produksi perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.

Sumber Gambar : beritamoneter.com

Indikator Pengukuran Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dapat diukur dengan menggunakan dua indikator, yakni produk domestic bruto (PDB) dan produk nasional bruto (PNB). PDB merupakan nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksi oleh faktor-faktor produksi milik warga negara maupun negara asing. Sedangkan PNB merupakan nilai barang dan jasa yang dihitung hanyalah barang dan jasa yang diproduksi menggunakan factor-faktor produksi yang dimiliki warga negara sendiri.

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Di dalam prosesnya pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni SDM, SDA, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi serta faktor budaya dan sumber daya modal yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Selain faktor tersebut hal lain yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi adalah korupsi, laju inflasi, tingkat suku bunga, kenaikan harga bbm, situasi keamanan negara yang tidak kondusif serta perekonomian secara global dan lain sebagainya.

Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Di Indonesia sendiri, indikator pertumbuhan ekonomi didasarkankan pada besaran produk domestic bruto (PDB). Pada kuartal II 2017 angka pertumbuhan mencapai 5,01% masih sama seperti pada kuartal I 2017. Angka ini menurun jika dibandingkan pada kuartal II tahun 2016 lalu yang mencapai angka 5,18% seperti yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik. Di dalam mencapai angka ini pada sisi produksi pertumbuhan di dorong oleh hamper semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi yang tumbuh 10,88%. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 8.49%.

Selain dari sisi produksi dan pengeluaran, capaian angka 5,01% pada kuartal II ini dpengaruhi oleh belanja pemerintah yang meningkat dibandingkan pada kuartal II 2016 lalu, dimana belanja pemerintah meningkat 23.71% atau sebesar Rp493,29 Triliun. Disamping itu adalah terjaganya inflasi Januari-Juni 2017 sebesar 1,17%. Tidak ketinggalan kinerja perdagangan yang surplus sebesar $7,63 M yang berasal dari ekspor dan impor dan juga peningkatan nilai investasi sebesar 12,7% atau Rp170,7 Triliun. Sementara dari sisi global, adanya pebaikan ekonomi dunia seperti ekonomi AS dan China yang turut berdampak pada pergerakan ekonomi secara nasional.

Demikian tadi pembahasan Ekonomi Makro; Pertumbuhan Ekonomi dan yang pasti semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog