Gonjang Ganjing Keuangan PT PLN

Gonjang Ganjing Keuangan PT PLN | Belakangan ini PT PLN yang merupakan salah satu badan usaha milik negara kian ramai diperbincangkan di berbagai awak media. Hal ini dilatarbelakangi adanya dugaan mengenai keungan PT PLN yang sedang dalam kondisi yang kurang baik. Sementara itu Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan sigap menampik isu tersebut dengan memberikan statemen keuangan PT PLN dalam keadaan baik dan aman terkendali. Hal itu pun dipertegas kembali oleh Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT PLN.
Sumber Gambar : fokusbisnis.com

Munculnya dugaan ini berawal dari adanya surat dari Kementerian Keuangan Sri Mulyani kepada Menteri ESDM Igansius jonan sekaligus Menteri BUMN Rini Soemarno yang menyoroti keuangan PT PLN pada 19 September lalu. Dimana salah satu poin dari surat tersebut adalah kondisi utang PLN yang berdasarkan profil jatuh tempo pinjaman PLN, kewajiban pokok dan bunga pinjaman diperkirakan akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun mendatang. Sementara itu pertumbuhan penjualan listrik tidak sesuai dengan target dan adanya kebijakan pemerintah meniadakan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL). Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gagal bayar PLN.

Mengacu pada laporan keuangan Semester I-2017, beban keuangan PLN mencapai Rp 10 triliun. Sementara, kas dari operasi hanya sebesar Rp 13,7 triliun. Artinya, sisa kas operasi untuk menyokong bisnis hanya tersisa Rp 3,7 triliun (sumber : katadata.co.id). Melihat kondisi ini Menteri Rini berencana menawarkan aset milik PT PLN untuk mencari alternatif pendanaan dalam bentuk sekuritisasi aset dan sudah belangsung sejak sepekan lalu. 

Permasalahan dalam tubuh PLN ini bisa dibilang cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, masyarakat beberapa bulan terakhir ini terus dibebankan oleh tarif listrik yang semakin tinggi akibat pencabutan subsidi yang dilakukan oleh pemerintah. Pencabutan ini diberlakukan kepada pelanggan listrik 900 VA dan berlaku bertahap 2 bulan sekali mulai januari hingga juli 2017. Sehingga hal ini menandakan bahwa pendapatan pihak PLN terus mengalami kenaikan. Lantas bagaimana dengan problem keuangan ini ?  pendapatan meningkat tapi keuangan justru malah berada pada keadaan keuangan yang kurang baik. Hal ini patut dipertanyakan. Jangan sampai pengorbanan masyarakat dengan membayar tarif lebih tinggi tetapi tidak berarti apa apa untuk kemajuan. 

Demikian pembahasan Gonjang Ganjing Keuangan PT PLN semoga realita ini bisa menjadi evaluasi agar usaha memajukan negara dengan masyarakat yang sejahtera dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan amanat dalam UUD 1945.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog