Kapitalisme; Penyebab Dari Semua Masalah

Kapitalisme Penyebab Dari Semua Masalah - Di era zaman modern dewasa ini, perkembangan teknologi dan pengetahuan adalah syarat untuk memajukan peradaban umat manusia. Namun, manusia yang merupakan subjek sekaligus objek dari perkembangan itu mengalami semacam anomali.

Penemuan-penemuan baru dalam bidang teknologi, seolah membuat peradaban manusia kian mengalami kemunduran. Bagaimana tidak, dengan semakin banyak penghilangan ruang hidup bagi manusia atas nama pembangunan. Hal ini yang kemudian membuat kita kembali berfikir, mengapa pengetahuan justru membuat manusia semakin sengsara.

Kapitalisme; Penyebab Dari Semua Masalah
Sumber gambar: voa Islam

Ditambah lagi dengan mudahnya komunikasi dan investasi antar negara yang kian hari kian terasa tiada batasnya, menimbulkan terjadinya eksploitasi yang akhirnya melahirkan benturan dalam kehidupan sosial (masyarakat sipil).

Benturan ini terjadi karena kepentingan umum yang disabotase oleh kepentingan modal. Beberapa contoh berikut adalah akibat dari agresifnya akselerasi modal yang menghantam setiap tembok penghalang.

Pembunuhan salim kancil beberapa tahun silam misalnya, adalah seorang petani yang berusaha untuk mempertahankan tanahnya demi untuk kelangsungan hidupnya, justru berujung pada kematian. hal tersebut membuktikan bahwa negara tidak mampu memberikan rasa aman terhadap rakyatnya.

Kasus korupsi yang juga masih belum dituntaskan seperti MEGA SKANDAL BLBI yang menguras uang rakyat hingga 60 trilliun setiap tahunnya hingga 2044 juga merupakan pelanggaran HAM. Kasus E-KTP yang diduga menyeret banyak pejabat publik. Juga PP 78 tentang pengupahan merupakan cara untuk memiskinkan kaum Buruh secara sistematis yang tentu juga merupakan pelanggaran HAM.

Atau Sumber Daya Alam yang masih dikuasai asing, yang dilakukan oleh sekolompok orang (perpanjangan tangan asing di Indonesia) yang memang mempunyai hobi menggadaikan kekayaan alam Indonesia (oligarki) yang kemudian mengakibatkan pada, tertutupnya akses ekonomi secara luas untuk Rakyat indonesia.

Contoh lain adalah kasus Kendeng, yang sampai hari ini juga belum terlihat titik temunya. Para petani Kendeng kembali menagih janji nawacita presiden jokowi. Walaupun telah kalah 2 kali di MA tidak menyurutkan mereka untuk meneruskan pembangunan pabrik semen.

Tidak hanya itu, Undang-undang Lingkungan Hidup pun dilawan. Kajian Lingkungan Hidup (KLHS) yang telah memandatkan penghentian penambangan di sana pun dilanggar. Artinya telah terjadi pembangkangan hukum oleh pemerintah daerah kepada pemerintah yang jelas merongrong kesatuan negara RI dan menurunkan wibawa menteri, Presiden dan negara secara umum.

Selain akan menghilangkan jaminan kesehatan dan kualitas lingkungan hidup yang layak, pembangunan pabrik ini juga akan menyebabkan rusaknya sawah-sawah yang menjadi sumber penghidupan bagi ribuan warga. Akibatnya, swasembada pangan akan sulit dilakukan sehingga, melanggengkan penyediaan pangan yang mengandalkan impor akan terjadi.

Atau kemacetan yang akrab dengan masyarakat di kota-kota besar. Dengan penetrasi impor berupa mobil yang tidak terkendali, membuat jalan-jalan dijejali oleh kendaraan-kendaraan baik roda dua maupun empat. Pelebaran jalan, pembangunan flyover pun dilakukan dengan harapan, kemacetan bisa diselesaikan. Apakah itu solusinya? Saya kira bukan. Karena pertumbuhan jalan tidak akan pernah mampu mengimbangi pertumbuhan kendaraan.

Dari beberapa permasalahan di atas, semakin meyakinkan kita bahwa kemajuan pengetahuan dan teknologi tidak bisa menjamin kemajuan peradaban manusia itu sendiri jika masih di kendalikan oleh sistem ekonomi yang kapitalistik. Lagi pula, jika kita melihat pada konstitusi, tentu sangat bertentangan dengan  kpasal 27 (ayat 2) dan pasal 34 (ayat 2 dan 3).

Lalu mengapa ada manusia yang menjadi objek daripada perkembangan pengetahuan dan teknologi tersebut?

Terang kiranya, mengapa ada manusia yang menempati sebagai subjek, namun di sisi lain ada juga manusia yang menempati sebagai objek. Hal ini terjadi karena akses terbatas terhadap penguasaan teknologi dan mahalnya akses terhadap pengetahuan.

Dari keterbatasan akses ini, membuat kepentingan umat manusia tersentral hanya kepada mereka yang memiliki akses. Dan tentunya tidak heran, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, justru malah membuat penghidupan masyarakat luas menjadi semakin sulit dan terhimpit.

Hal itu dikarenakan, tekhnologi hanya di kuasai oleh segelintir orang yang berperan sebagai subjek dari perkembangan teknologi itu sendiri. Sentralisasi dalam konteks ini, merupakan konsekuensi logis dari sistem ekonomi yang menghegemoni saat ini yakni: KAPITALISME. Maka tidak bisa dibantah lagi bahwa Kapitalisme Penyebab Dari Semua Masalah.

Baca artikel terkait :
Kapitalisme Dalang Bencana Alam
Kapitalisme Dalang Kemacetan Kota Malang
Kapitalisme Dalang Kemiskinan
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog