Pemandangan Baru di Kota Malang Sebagai Bentuk Corporate Social Responbility Perusahaan

Sumber Gambar : kanalmalang.net
Kota Malang memang terkenal sebagai Kota Wisata dan juga Kota Pendidikan.  Hal ini dikarenakan banyaknya wisata yang ada di Kota Malang seperti berbagai wisata coban dan juga keindahan pantai selatan yang memanjakan mata. Hal ini masih ditambah lagi dengan wisata-wisata yang ada di Kota Batu yang bisa dikatakan berdampingan dengan Kota Malang. Bahkan masyarakat seringkali berpandangan bahwa Kota Batu adalah bagian dari Kota Malang.

Sedangakan  dalam hal pendidikan, di Malang sendiri memang terdapat banyak instansi pendidikan. Pada tingkatan Perguruan Tinggi saja setidaknya berjumlah 86 instansi. Hal inilah yang menjadikan motif banyaknya pelajar-pelajar luar daerah memutuskan menempuh pendidikan di Kota Malang.
Berbicara mengenai wisata, kalau Kampung Jodipan sudah mulai dikenal sebagai salah satu icon wisata di Kota malang, kali ini Kota Malang kembali menampilkan trobosan barunya berupa Kampung Putih dan juga lukisan dinding sepanjang jembatan layang Arjosari. Kedua proyek ini masih merupakan kerjasama pemerintah Malang dengan pihak yang sama, yakni PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indanana).

Wisata Kampung Putih masih dalam proses pengerjaan, yakni mengecat seluruh bangunan kampung dengan warna putih ditambah sedikit kombinasi warna hijau. Wisata ini terletak di Klojen samping Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang dan bisa dinikmati dari atas jembatan hijau ditambah aliran Sungai Brantas dibawahnya. 

Sedangkan pemandangan lukisan dinding pada jembatan Arjosari sudah rampung dikerjakan. Sehingga saat ini para pengguna jalan bisa menikmati pemandangan tersebut di tengah-tengah kemacetan yang kini semakin menggila di Kota Malang.

Kedua proyek ini merupakan bagian dari Corporate Social Responbility yang dilakukan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab atas aktifitas operasionalnya. Dalam hal ini perusahaan memiliki Triple Line Tanggung Jawab, yakni masyarakat, karyawan dan alam. Perusahaan bisa bebas melaksanakan tanggung jawab sosialnya terhadap ketiga pilhan tersebut. 

Pelaksaan Corporate Social Responbility  ini didasarkan pada tiga alasan yang antara lain pertama, bentuk usaha perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan dalam hal mendapatkan laba, kedua pelaksaan ini terpaksa dilakukan karena tetkanan dari pemerintah maupun aktivis LSM dan terakhir perusahaan melaksanakan Corporate Social Responbility karena memang kesadaran akan tanggungjawabnya terhadap masyarakat, karyawan maupun lingkungan sekitar.

Bukan hanya hal itu, di Kota Malang sendiri sudah banyak tempat-tempat umum yang merupakan bentuk Corporate Social Responbility perusahaan. Misalkan saja Taman Merjosari yang disponsori oleh Nivea, Alun-Alun Kota Malang yang disponsori Bang Jatim dan masih banyak lagi.

Sekarang ini Corporate Social Responbility memang sudah mulai banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan. Dan ini akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dan yang lebih penting perusahaan diharapkan tidak hanya focus pada pembangunan-pembangunan saja, melainkan juga melaksanakan Corporate Social Responbility yang berfokus pada karyawan. Sehingga kasus-kasus negatif perburuhan yang saat ini sering kita temui bisa diminimalisir dengan melaksanakan perhatian khusus oleh perusahaan kepada karyawannya. Selain itu Perusahaan juga harus fokus pada lingkungan sebagai dampak aktifitas operasinya seperti limbah yang dihasilkan maupun dampak eksploitasi yang dilakukan pada alam itu sendiri sehingga alam bisa tetap pada keseimbanya dan meminimalisir bencana yang bisa merugikan khalayak.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog