Si Pitung Pahlawan Dari Tanah Betawi

Sumber Gambar: diarikota.com
Banyak cerita dari masa lalu yang begitu heroik yang terekam jelas oleh generasi saat ini. Dari masa kerajaan, seperti kehebatan Patih Gajahmada yang terkenal dengan sumpah Palapanya, misalnya, atau kehebatan dan kegigihan para pejuang dimasa penjajahan, juga cerita tentang pencuri/perampok yang hasilnya dibagikan kepada rakyat miskin.

Iya, cerita yang terakhir ini begitu hidup dan tumbuh subur ditengah-tengah masyarakat Betawi. Si Pitung namanya. Seorang jawara yang masa kecilnya dihabiskan dilingkungan pesantren. Di pesantren itu pulalah ia belajar mengaji juga dibarengi dengan belajar ilmu bela diri.


Namun, Pitung terkenal karena sering melakukan perampokan terhadap orang-orang yang kaya namun sombong dan tidak peduli dengan kondisi lingkungannya. Atas dasar itulah kemudian Pitung sering menjarah orang-orang kaya dan tuan tanah, lalu hasilnya dibagikan kepada rakyat miskin. Perjalanan Pitung dalam melakukan aksinya ternyata terekam dalam surat kabar.

Seperti yang dikutip dari Historia.id,  Si Pitung melakukan perampokan pada 1892-1893. Aksi-aksinya terekam dalam suratkabar Hindia Olanda, disebut sebagai salah satu buronan kelas kakap polisi kolonial.

“Perbedaan penyebutan namanya memperlihatkan pada saat itu dia tidak dikenal luas: kadang-kadang dia disebut ‘Si Bitoeng’, waktu lain ‘Pitang’. Setelah beberapa bulan, editor Hindia Olandamemutuskan secara konsisten menyebutnya dengan ‘Si Pitoeng’,” tulis Margreet.

Margreet juga membongkar nama asli Si Pitung. Ketika tertangkap polisi, dalam dokumen pemeriksaannya terungkap nama aslinya: Salihoen. Menurut sebuah cerita lisan, nama Si Pitung merupakan turunan dari bahasa Jawa, pituan pitulung (kelompok tujuh).

Saat Pitung meninggal, dikalangan masyarakat Betawi percaya bahwa, hal itu disebabkan karena Pitung telah kehilangan rambutnya. Pasalnya, beberapa jam sebelum kematiannya, Si Pitung terlihat di Pasar Senen dengan rambut yang telah dipotong. Padahal, baik dipotong atau tidak, memang sudah sejak lama Pitung menjadi incaran polisi.


Setelah kematiannya, Si Pitung dengan cepat dilupakan orang-orang Belanda. Tapi tidak dengan orang Indonesia terkhusus dikalangan Betawi. Kisah Si Pitung terawat dengan baik, lewat lenong maupun film. Bagi mereka, Pitung adalah pahlawan, karena peduli dengan rakyat miskin yang tertindas.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog