Teladan dari Ir. Sutami

 Sumber Gambar : Grup WhatsApp

Pengantar : kami memperoleh broadcast tentang kisah hidup Ir. Sutami. Oleh karena menarik sebagai teladan bagi kita semua, kami upload di sini agar dapat dipelajari oleh lebih banyak orang... Berikut broadcastnya :

Saudaraku....

Pernahkah anda mendengar nama Ir. SUTAMI...?

Beliau adalah Menteri sederhana di balik berbagai mega proyek yang di Indonesia.

Siapa orang di balik pembangunan Jembatan Musi di Palembang? Atau Jembatan Semanggi yang menjadi ikon Jakarta? Atau orang yang menghitung kontruksi Gedung DPR?

Dialah Sutami. Lulusan Teknik Sipil ITB tahun 1956. Ir. Sutami lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 19 Oktober 1928.

Pada usia 36 tahun, Sutami sudah menjadi menteri pekerjaan umum. Dia menjadi Menteri Pekerjaan Umum sejak tahun 1964 pada Kabinet Dwikora I, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, hingga tahun 1978 pada Kabinet Pembangunan II pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Mungkin Sutami adalah menteri pekerjaan umum paling lama di Indonesia. Karena prestasinya, Ir. Sutami menjadi menteri kesayangan Soekarno sekaligus Soeharto.

Memimpin berbagai mega proyek, sama sekali tidak dimanfaatkannya untuk memperkaya diri. Menteri Sutami tetap sederhana dan rajin tirakat.

Konon akibat terlalu rajin bekerja dan tidak memikirkan diri sendiri. Menteri ini sampai sakit dan kekurangan gizi. Bayangkan saudara-saudara, Seorang menteri sampai kurang gizi. Tidak seperti menteri-menteri pada umumnya. Yang mayoritas perutnya tambun-tambun.

Sutami tidak pernah tergoda untuk korupsi. Penampilan dan tindakannya tetap bersahaja.

Di satu ketika, PLN pernah mencabut listrik di rumah pribadinya di Solo. Menteri Soetami ternyata pernah kekurangan uang hingga telat bayar listrik.

Yang menyedihkan, Sutami sempat takut dirawat di rumah sakit. Hal itu dikarenakan ia tidak memiliki uang untuk membayarnya. Baru setelah pemerintah turun tangan, Sutami mau juga diopname.

Bayangkan...

Adakah pejabat seperti itu sekarang...? Jangankan megaproyek Hambalang atau Wisma Atlet Palembang. Alquran saja di korupsi.

Sutami juga visioner. Usulannya untuk memindahkan industri dari Jawa, tak ditanggapi Soeharto. Padahal Sutami yakin, tanah di Pulau Jawa paling subur dibanding tanah di daerah lain. Jika usulannya dituruti, mungkin Indonesia akan terus swasembada pangan.

Dia (Ir. Sutami) juga menyesalkan pembangunan Jakarta yang tak teratur.

Ketika meninggal 13 November 1980, Ir. Sutami juga menolak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Begitu sederhananya engkau pak...

#komunitaspeminatsejarah
#daribukukebuku

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog