Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: Gagal atau Berhasil ?

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: Gagal atau Berhasil ? | Tiga tahun sudah Jokowi memimpin Indonesia. Presiden ketujuh Indonesia ini dilantik pada 20 Oktober 2014 lalu dengan pasangannya yakni wakil presiden Jusuf Kalla. Berpenampilan merakyat dengan janji kampanye mengembalikan trisakti seolah membius masyarakat, sampai pada akhirnya ia benar-benar duduk di kursi orang nomor satu di Indonesia.
Sumber Gambar : antranews.com

Mengusung sembilan program pokok nawacita, Jokowi seolah menjadi harapan baru bagi bangsa ini. Namun tiga tahun menjabat program-program Jokowi seolah sebuah janji yang hanya tinggal janji. Alih-alih memikirkan kepentingan rakyat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Jokowi justru sama sekali tidak memihak pada rakyat itu sendiri.

Seperti kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty beberapa waktu lalu. Sebuah kebijakan yang sama sekali tidak adil, mengampuni perampok uang pajak sementara untuk rakyat kecil harus dibebankan dengan harga listrik yang menjulang tinggi. Tidak hanya itu, kasus masyarakat kendeng yang terus mempertahankan tanahnya sementara rezim Jokowi seolah tidak peduli sama sekali. Begitupun dengan kasus kaum buruh dengan segala bentuk perjuangannya, sebut saja AMT Pertamina misalnya. Hingga harus berjalan kaki Bandung-Jakarta hanya untuk menuntut hak-hakya sebagai pekerja.
Dan kini, rezim Jokowi seolah menjadi rezim anti kritik. Mengeluarkan perpu ormas sebagai alat penggebuk bagi siapa saja yang dianggap mengancam. Membungkam setiap pendapat rakyatnya dengan tindakan represifitas. Dan terakhir, land reform yang merupakan salah satu fokus utama jokowi dalam nawacita juga tidak benar-benar serius dijalankan. Akibatnya tanah tetap saja berada dalam penguasaan segelintir orang.

Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: gagal atau berhasilRealita ini sudah sepatutnya menjadi evaluasi tiga tahun pemerintahan jokowi. Meskipun berdasarkan data Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menyatakan 55.7% masyarakat merasa puas dengan kinerja Jokowi-JK. Karena, jika tolok ukur kinerja hanya berdasarkan pembangunan infrastuktur, sejatinya itu bukanlah hal urgent yang harus diselesaikan saat ini.

Demikian pembahasan Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK: Gagal atau Berhasil ?.  Jawab atas pertanyaan ini kami kembalikan kepada pembaca secara pribadi untuk selanjutnya dapat menyimpulkan keberhasilan kah atau justru kegagalan lah buah hasil pekerjaan Jokowi selama tiga tahun ini. Semoga bermanfaat.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog