Zaman Now

Sumber Gambar : solopos.com
Sekarang ini dunia memang seperti dalam genggaman. Semua orang memiliki smartphone yang yang menemani dalam setiap aktifitas hariannya. Kita bisa mengetahui apa saja tanpa bersusah payah terjun langsung kedalamnya. Hanya perlu mengetik dimesin pencari seperti Google apapun yang ingin kita ketahui akan segera muncul dengan sendirinya.

Semua memang serba mudah saat ini. Saat lapar Go Food akan datang mengantarkan makanan. Saat ingin bepergian Go Jek akan dengan sigap menjemput kita. Dan kalau tidak ingin kepanasan Grab juga selalu ada dan siap mengantarkan kemana saja.

Semua yang jauh akan terasa dekat, sedangkan yang sebenarnya dekat seperti terasa jauh. Lihat saja di meja-meja makan, ruang kelas, taman atau tempat umum lainnya. Mereka saling duduk berhadapan atau bahkan bersebelahan tetapi smartphone lebih menggoda untuk dimainkan. Lebih antusias ketika teman dunia maya yang mengajak chat atau mereka yang komentar dan juga ngelike aktifitas kita di medsos dari pada ngobrol dengan orang yang benar-benar nyata dihadapannya.

Begitulah realitanya sekarang. Belum lagi dengan mereka yang ‘dewasa sebelum waktunya’. Kerap mengunggah foto-foto syur di media sosial sementara baju yang dikenakannya saja masih masih biru putih atau bahkan merah putih. Sehingga, kalau dulu kita melihat orang dewasa pacaran kini kita akan melihat anak kecil yang pacaran.

Perkembangan zaman saat ini memang cukup mengkhawatirkan. Narkoba yang belum sampai terselesaikan kini sudah ramai pil baru, ya PCC namanya. Banyak pelajar menjadi korban pil zombi ini. Seperti di Kota Makassar yang sempat heboh beberapa waktu lalu. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang ada, juga budaya yang mulai hilang pembatasnya serta lingkungan yang memang sudah ‘tercemar’ dengan model kekinian. Dan terlebih lagi karakter generasi yang butuh ‘pengakuan’ dan popularitas.

Bukan hanya remaja, kini emak-emak desa juga tidak mau kalah. Bahkan janda juga berlomba-lomba mengupload foto selfinya untuk menarik perhatian. Berfoto sambil bergaya ala-ala sekarang lengkap dengan gincu merahnya. Geli !

Kalau generasi sekarang saja sudah seperti ini, bagaimana dengan kehidupan selanjutnya. Apalagi pelajar dan remaja sebagai penerus dikehidupan selanjutnya yang sudah terbawa dengan arus modernisasi. Oleh karena itu kita dituntut untuk lebih bijak. Tetap berkembang tetapi tetap ada batasan-batasannya. Memanfaatkan perkembangan zaman dengan hal-hal yang positif dan juga tidak bertindak sembrono dan seenaknya saja.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog