Memahami Bentuk Negara Monarki (Kerajaan)

Memahami Bentuk Negara Monarki - Di Zaman dahulu, bentuk negara yang lazim digunakan adalah negara kerajaan yang menguasai secara penuh seluruh rakyatnya. Karena bagi kalangan pendukung sistem ini,  bahwa jenis kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan lebih efektif untuk menciptakan suatu stabilitas di dalam pembuatan kebijakan.

Di dalam geopolitik internasional pada masa lalu, negara adidaya yang berkuasa dalam bentuk kerajaan adakan Imperium Romawi dan Imperium Persia. Ada pula yang menyebut dimasa kekhalifahan Islam klasik seperti Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah masuk dalam kategori negara kerajaan.



Memahami Bentuk Negara Monarki (Kerajaan)
Sumber Gambar : tardis.wikia.com
Jabatan dalam sistem ini diwariskan secara turun-temurun sehingga rakyat tidak diberikan kesempatan untuk menggantikan. Kata Monarkhi berasal dari kata monarch yang berarti raja, yaitu jenis kekuasaan politik dimana ratu atau raja sebagai pemegang kekuasaan yang penuh dan tertinggi dalam pemerintahan negara.

Baca Juga: Negara Sebagai Produk Kesepakatan

Dalam bentuk negara ini belum dikenal sistem hukum administrasi negara, karena kekuasaan raja absolut. Rakyat tidak mempunyai hak terhadap kekuasaan. Karena hukum administrasi negara lahir setelah kedudukan raja dan rakyat telah seimbang.

Francis Bacon dan Sir Robert mengatakan bahwa bentuk negara Monarkhi dianggap lebih cocok dan paling sesuai bagi bangsa-bangsa yang belum dapat memerintah sendiri. Tokoh lain, yakni A. Appadorai menambahkan bahwa kelebihan negara Monarkhi adalah adanya kesatuan dan ketertiban. Hal ini karena raja dipersamakan sebagai seorang ayah yang ditaati oleh anak-anaknya.

Namun demikian, tipe negara Monarkhi tetap memiliki kelemahan, dimana raja sebagai penguasa tunggal yang suatu saat bisa berbahaya, karena ditangannya lah segenap kekuasaan dan kekuatan berada. Aristoteles pun menyebutkan bahwa Monarkhi merupakan bentuk negara yang ideal. Hanya saja karena ada penyelewengan, maka bisa saja bentuk negara ini berubah menjadi tirani. Dimana melalui kekuasaannya raja bisa saja bertindak sewenang-wenang.

Baca Juga: Negara Hukum

Dalam perkembangannya, tipe negara Monarkhi pun mendapatkan wujud barunya seiring dengan perkembangan baik dari pengetahuan, sosial dan budayanya. Setidaknya ada tiga jenis model negara Monarkhi yakni, Monarkhi Absolute, Monarkhi Konstitusional dan Monarkhi Parlementer.

Monarki Absolute 

Monarki Absolute adalah Jenis Monarkhi yang seluruh kekuasaan negaranya berada di tangan raja, sehingga raja dapat berkuasa secara mutlak dan tidak terbatas. Bahkan dalam sistem ini, setiap ucapan raja merupakan undang-undang yang harus dipatuhi dan dijalankan. Dalam bentuk ini, kesewenang-wenangan sangat rentan terjadi.

Monarkhi Konstitusional

Monarkhi Konstitusional  adalah jenis Monarkhi yang kekuasaan rajanya dibatasi oleh konstitusi. Di negara-negara Arab seperti Maroko dan Jordania adalah contoh nyata dari Monarkhi Konstitusional. Maroko seperti dalam konstitusinya adalah negara demokratis dalam bentuk kerajaan yang menganut multipartai.

Monarkhi Parlementer

Monarkhi Parlementer adalah jenis Monarkhi yang kekuasaan pemerintahannya berada di tangan  menteri, baik sendiri maupun secara bersama-sama dan bertanggung jawab kepada parlemen. Sedangkan raja hanya lah lambang  dan simbol keutuhan dan kesatuan negara. Oleh karenanya, raja tidak diminta pertanggungjawaban.

Baca Juga: Sumber-sumber Pendapatan Negara Indonesia
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog