Hubungan Antara Hukum Adat dan Hukum Positif

Hubungan Antara Hukum Adat dan Hukum PositifHukum adat adalah hukum yang sudah ada dan berkembang jauh sebelum hukum nasional ada. Maka tidak heran jika hukum adat dianggap sebagai hukum asli suatu negara termasuk Indonesia karena hukum itu timbul dari kebiasaan masyarakat secara langsung.

Keberadaan hukum adat ini bisa kita lacak melalui kitab Civacasana yang telah ada sejak zaman raja Dharmawangsa sebagai raja dari kerajaan Hindu. Bukti lain juga dapat dibuktikan dengan adanya kitab gajah Mada yang dikarang oleh Patih Majapahit. Kitab hukum lainnya adalah kitab kutaramanava yang ada di pulau Dewata, Bali pada tahun 1350.

Disetiap negara yang ada di dunia ini tentu memiliki kebiasaan atau adat istiadat yang berbeda-beda. Perbedaan ini kemudian mendorong suatu negara untuk saling mengenal. Karena perbedaannya pula, adat menjadi identitas bagi suatu masyarakat atau bangsa.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mendefinisikan Masyarakat Adat adalah sebagai Komunitas-komunitas yang hidup berdasarkan asal usul leluhur secara turun temurun diatas suatu wilayah adat, yang memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial budaya yang diatur oleh hukum adat dan lembaga adat yang mengelola keberlangsungan kehidupan masyarakatnya.

Sedangkan sumber hukum adat tidak tertulis namun tetap ditaati oleh masyarakat tertentu secara sadar. Karena sumber hukum adat tidak tertulis namun tetap tumbuh dan berkembang dengan zaman, sehingga hukum adat disebut memiliki kemampuan menyesuaikan diri sesuai kebutuhan daripada zaman itu sendiri.

Hubungan Antara Hukum Adat dan Hukum Positif


Sedangkan hukum positif merupakan istilah yang merujuk pada pengertian hukum yang berlaku saat ini atau dalam bahasa lainnya dikenal dengan istilah Ius Constitutum. Hukum dalam arti luasnya tidak hanya merujuk pada undang-undang saja tetapi juga dapat berupa kebiasaan yang hidup didalam masyarakat.

Bagir Manan menjelaskan, bahwa hukum positif adalah kumpulan asas dan kaidah hukum baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang pada saat ini sedang berlaku dan mengikat secara umum maupun khusus yang diakui dan ditegakkan oleh pemerintah atau pengadilan didalam negara Indonesia.

Bagir Manan yang juga pernah menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung ini memberikan unsur-unsur apa saja yang ada dalam hukum positif Indonesia. Yang pertama adalah pada saat ini sedang berlaku, yang kedua, mengikat secara umum dan khusus, ketiga ditegakkan oleh atau melalui pemerintah atau pengadilan dan yang terakhir adalah berlaku dan ditegakkan di Indonesia.

Hukum adat akan selalu berkesesuaian dengan keadaan dan kebutuhan daripada masyarakat itu sendiri karena sifatnya yang dinamis, sedangkan hukum positif tidak akan bertentangan dengan dengan hukum yang hidup didalam masyarakat itu sendiri yakni hukum adat.

Dari uraian di atas terlihat bahwa Hubungan Antara Hukum Adat dan Hukum Positif adalah sangat erat. Kita mendapatkan sebuah poin yang memberikan penjelasan bahwa hukum adat merupakan bagian dari hukum positif. Hukum adat dan hukum positif memiliki hubungan yang saling melengkapi satu sama lain.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog