Perbandingan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Neoliberalisme

Perbandingan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Neoliberalisme - Liberalisme merupakan sebuah istilah sistem ekonomi yang menghendaki mekanisme pasar bebas. Di Indonesia, istilah neloliberalisme mulai diperkenalkan oleh Mohammat Hatta dalam bukunya yang berjudul Ekonomi Terpimpin tahun 1959. Sebutan ini merujuk kepada tiga pemikir filosof ekonomi pasca perang dunia II Walter Euchen, Friedrich von Hayek, dan Wilhelm Ropke yang menuntut adanya peraturan yang menjamin lancarnya persaingan bebas dalam kehidupan ekonomi. Kebebasan ini antara lain menyangkut ketetapan nilai mata uang, adanya pasar terbuka di banyak negara, pemilikan swasta atas sarana produksi serta kebebasan membuat perjanjian dalam hal ekonomi. Secara umum paham ini lahir dari rahim aliran filsafat liberalisme atau paham serba bebas.

Perbandingan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Neoliberalisme
Sumber Gambar : home sweet home.com

Ekonomi kerakyatan yaitu sistem ekonomi yang bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam bidang ekonomi, yakni suatu sistem yang berwatak dan berpihak kepada rakyat luas. dalam pelaksanaannya, sistem ini menghendaki keterlibatan masyarakat secara aktif. sehingga masyarakat memiliki akses yang luas terhadap sumber-sumber ekonomi.

Dasar Ekonomi Kerakyatan

Ada Tiga hal yang mendasari perekonomian ini, yang pertama adalah ekonomi kerakyatan ada sebagai bentuk usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan. Kedua, negara menjadi penguasa tunggal atas cabang-cabang produksi yang dianggap penting dan mencakup hajat orang banyak. Dan terakhir yaitu bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hal ini menjadikan peran negara menjadi sangat penting dalam perekonomian kerakyatan ini untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat secara umum.

Sedangkan Ekonomi Neoliberalisme adalah suatu sistem ekonomi yang menghendaki kompetisi secara bebas dan meminimalisir peran negara bahkan menghilangkan peran negara. ekonomi neoliberal umumnya menghendaki perluasan pasar, eksploitasi secara berlebih dan menghendaki adanya upah murah.

Prinsip Ekonomi Neoliberalisme

Pertama, tujuan utama ekonomi ini yaitu keuntungan pribadi dengan jalan bersaing sebebas-bebasnya di pasar ekonomi. Kedua, kebebasan pemilikan pribadi dalam hal faktor-fakor produksi. Ketiga, pembentukan harga pasar yang tidak berdasarkan kealamian melainkan hasil dari penetiban pasar yang dilakukan oleh negara melalui setiap kebijakannya dalam undang-undag atau peraturan lain. Hal ini mengindikasi bahwa peran negara hanya sebatas sebagai pengatur dan penjaga atas berlangsunya mekanisme bebas tersebut.

Sedangkan jika dibandingkan dengan teori ekonomi negara kesejahteraan seperti yang diungkapkan oleh Keynes, perbedaan mendasar ekonomi kerakyatan ini terletak pada dilarangnya kepemilikan pribadi atas faktor ekonomi dan harus secara penuh dikendalikan dan dikuasai oleh negara. Hal tersebut berbeda dengan teori Keynes yang menghendaki kebebasana kepemilikan faktor produksi dengan sedikit campur tangan negara pada saat yang dibutuhkan dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dirasa perlu untuk menyelamatkan perekonomian.

Secara konsep, Ekonomi kerakyatan ini memiliki tujuan untuk pemerataan ekonomi. pemerataan ini dilakukan dengan cara tidak ada yang mendominasi apa lagi memonopoli. karena dalam pelaksanaan kegatan ekonominya, setiap lembaga baik itu lembaga dari negara maupun swasta diberikan batasan. Hal ini amat berbanding terbalik dengan ekonomi neoliberal.

Sistem ekonomi neoliberal begitu menTuhankan kebebasan, akibatnya hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mempunyai kemampuan untuk ikut andil dalam persaingan usaha. Sedangkan mereka yang tidak punya apa-apa dan kecil hanya bisa menjadi penonton dan menjadi korban atas dampak dari persaingan yang ada. Atau dengan kata lain ‘yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin”. Sedangkan sisi baik sistem perekonomian ini yaitu tergeraknya inovasi dan kreatifitas dalam masyarakat untuk terus mengembangkan perekonomian dalam rangka untuk dapat memenangkan persaingan yang ada meskipun harus mengorbankan sesuatu yang lain.

Dari sini maka kita dapat menyimpulkan Perbandingan Ekonomi Kerakyatan dan Ekonomi Neoliberalisme. Dimana ekonomi kerakyatan menghendaki adanya pembukaan akses secara luas terhadap masyarakat dan tidak ada saling mendominasi. sedangkan ekonomi neoliberalisme menghendaki adanya kebebasan pasar hingga meminimalisir peran negara bahkan menghilangkannya sehingga saling menghancurkan sangat mungkin terjadi.



Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog