Perbedaan Antara Pidana Umum dan Pidana Khusus


Perbedaan Antara Pidana Umum dan Pidana Khusus - Tindak Pidana, atau yang dalam kepustakaan hukum pidana biasa disebut dengan kata "delik" merupakan tindakan yang melanggar suatu aturan hukum dan akibat dari tindakannya itu menimbulkan suatu sanksi.

Jadi hukum pidana dapat pula diartikan sebagai suatu aturan yang menentukan perbuatan mana yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh di lakukan.

Beberapa contoh perbuatan yang dilarang oleh hukum pidana seperti, Pembunuhan, Pencurian, penganiayaan, Perampokan, Korupsi, Pencucian Uang dan lain-lain.

Perbedaan Antara Pidana Umum dan Pidana Khusus


Tindak Pidana dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Tindak Pidana Umum

Tindak pidana umum adalah suatu tindakan yang sudah diatur dan ditentukan dalam KUHP dan berlaku untuk semua orang. Contohnya seperti, Pembunuhan, Pencurian dan lain-lain.

2. Tindak Pidana Khusus

Tindak Pidana Khusus adalah suatu tindakan yang diatur diluar KUHP dan hanya berlaku untuk  orang-orang tertentu saja. Contoh undang-undang yang mengatur tindak pidana khusus seperti, Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, Tindak Pidana Pencucian Uang dll.

Perbedaan atau kekhususan dari tindak pidana Umum dan Tindak Pidana khusus selain daripada berada diluar KUHP, perbedaan yang lain salah satunya adalah dari segi proses hukumnya.

Jika dalam tindak pidana Umum, laporan yang sudah dilaporkan kepada pihak berwenang, jika laporannya tersebut dicabut, maka tindakan tersebut tidak dapat dilanjutkan. Misalnya kasus penganiyaan, karena kedua belah pihak sudah menemukan kesepakatan.

Beda hal jika Tindak Pidana Khusus. Walaupun kedua belah pihak sudah berdamai, misalnya dalam kasus pencabulan pada anak dibawah umur. Maka proses hukumnya akan tetap berjalan.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog