Sejarah Singkat Munculnya Ilmu Ekonomi

Sumber Gambar : catatanpamong.blogspot.com
Semua orang pasti pernah mendengar kata ‘ekonomi’. Di dalam kehidupan sekalipun kita tidak akan pernah lepas dengan ekonomi itu sendiri. Bahkan ada anggapan yang menjadikan ekonomi sebagai dasar dalam setiap tindakan maupun aktifitas yang ia lakukan.

Kata ekonomi berasal dari bahasa yunani yaitu oikos yang diartikan sebagai rumah tangga dan nomos yang diartikan sebagai aturan. Jadi jika digabung ekonomi bisa diartikan sebagai aturan rumah tangga. Sedangkan ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran dirinya. Sedangkan hal yang menjadi pokok permasalahannya adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhanya yang terbatas, yang kemudian pada tahap tertingginya bisa menimbulkan kelangkaan.

Ilmu ekonomi pertama kali dikembangkan oleh Adam Smith pada abad 1776 melalui karya besarnya yaitu Wealth of Nation. Nama lain teori Adam Smith adalah Aliran Ekonomi Klasik. Pada aliran ini menekankan adanya invisible hand atau dengan kata lain konsep mekanisme pasar dengan menggunakan harga sebagai instrument utamanya (liberal), yang karenanya menjadikan peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena dianggap akan mengganggu proses ini. Dan itu artinya terjadi persaingan bebas bagi setiap orang untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan menggunakan modalnya untuk memperoleh hasil yang setinggi-tingginya. Itulah sebabnya kepentingan pribadi lebih diutamakan dari pada kepentingan yang lain. Praktek aliran ini tumbuh subur sejak terjadinya revolusi industry di Inggris pada 1760 an. Akan tetapi aliran liberal yang diperkenalkan Smith ini pada akhirnya juga mengalami kebuntuan pada tahun 1930-an.

Ditengah kondisi perekonomian yang hancur dengan tingkat pengangguran tinggi dan depresi yang begitu hebat muncullah pemikir baru yaitu Keynes melalui karyanya The General Theory of Employment, Interest and Money pada tahun 1936. Karena pada dasarnya praktek liberal seperti yang dikemukan Smith hanya menguntungkan para kapitalis oleh sebab itu masyarakat yang bukan siapa-siapa atau tidak punya apa-apa hanya akan semakin jatuh melarat dalam keterpurukan. Itulah sebanya Keynes hadir dengan teori barunya yang menggap perlunya peran pemerintah untuk ikut campur dalam rangka mengatasi perekonomian. Masih menurutnya mempercayai pengusaha swasta dalam hal produksi maupun pemilikan alat-alat produksi tetap bisa dilakukan, tetapi pemerintah harus melakukan campur tangan yang aktif melalui kebijakannya untuk mempengaruhi gerak perekonomian sendiri. Seperti dalam masa depresi misalnya, pemerintah bisa saja melaksanakan program dan kegiatan yang bisa untuk menyerap tenaga kerja untuk meminimalisir pengangguran yang ada, Bahkan pemerintah juga harus rela mengurangi pengeluarannya sehingga terjadi surplus dalam anggaran belanjanya. Pemikiran Keynes ini bisa dikatakan merupakan jalan tengah antara praktek liberalism dan konsep sosialisme yang ditawarkan oleh pemikir sosialis. Karena menurutnya merubah menjadi ekonomi sosialis dinilai terlalu drastis ditengah sudah melekatnya konsep kapitalisme dalam diri masyarakat.

Aliran Marxis atau yang biasa dikenal sistem ekonomi sosialisme dipelopori oleh Karl Marx dan Frederick Angels. Aliran ini bermula dari keprihatinan Marx terhadap penderitaan rakyat akibat keganasan dari sistem kapitalis atau aliran klasik. Akibat pertentangan dua kelas inilah Marx menghendaki peniadaan masyarakat tanpa kelas, dimana semua orang sama dan seluruh kekuasaan ekonomi berada di tangan bersama bukan hanya dikuasi kaum kapitalis seperti sebelumnya. Ide Marx ini dituangkan dalam bukunya yang berjudul Das Capital yang terbit pada tahun 1917. Dalam bukunya ini Marx menyatakan bahwa negara harus diperintah oleh rakyat. Pemerintahan oleh rakyat inilah yang kemudian melaksanakan praktek pemerintahan atas nama rakyat dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Pada dasarnya perkembangan sistem ekonomi merupakan hasil daripada perjuangan kelas di dalam masyarakat. Hal disebabkan sistem ekonomi yang sedang berlangsung sudah berada pada titik kebuntuannya. Oleh sebab itu perlu digantinya dengan dengan sistem ekonomi baru yang lebih bisa mensejahterakan masyarakat secara umum serta menyelesaikan persoalan persoalan dalam sistem ekonomi sebelumnya.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Setiap komentar yang anda tulis, bukan merupakan tanggung jawab kami.

Arsip Blog